Community Nursery: Merestorasi Hutan Bersama Masyarakat Rabu, 18/02/2015 | 17:39
DARIRIAU.com - Restorasi alam merupakan kagiatan yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan.
Menyadari akan hal ini, PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) melakukan kegiatan restorasi dengan melibatkan masyarakat sekitar semenanjung kampar melalui program pembibitan kayu alam (community nursery.)
Beberapa warga yang terlibat dalam community nursery ini turut serta mengumpulkan bibit untuk dilakukan penanaman kembali di wilayah restorasi, salah satunya adalah Badar dan Adar. "Kebanyakan mempelam hutan, tapi ada juga sebasah, ridan, kayu arang. Mempelam memang sedang musimnya," terang Badar warga desa Pulau Muda sembari mengumpulkan bibit pohon di pondoknya.
Dari kejauhan tampak sebuah perahu yang dikemudikan Adar, yang juga warga Pulau Muda. Di dalam perahu tersebut banyak terdapat bibit kayu alam. Ketika sampai di tepi sungai, Badar mengangkat bibit-bibit pohon itu untuk diletakkan ke atas pondok. "Ini tanah liat dari sungai yang dibungkuskan ke akarnya supaya tahan," terang Adar sambil menenteng bibit dari perahunya.
Sebagai kawasan restorasi ekosistem, jenis tumbuhan yang diperbolehkan adalah jenis-jenis tanaman asli yang tumbuh di dalam kawasan tersebut atau jenis serupa yang didatangkan dari daerah lain.
Untuk memenuhinya, GCN membangun nursery atau pembenihan kayu alam yang memperkerjakan warga setempat. Di samping itu, GCN melibatkan masyarakat dalam pengadaan bibit tersebut melalui kegiatan community nursery di mana masyarakat akan mencari dan memelihara bibit yang nantinya akan dibeli oleh perusahaan untuk ditanam di areal yang memerlukan rehabilitasi. Sebagai langkah awal, GCN membantu polybag dan shadenet kepada warga.
Selain bertujuan menyediakan bibit untuk kegiatan rehabilitasi hutan, community nursery juga bertujuan memberikan tambahan pemasukan bagi masyarakat. Layaknya 'tabungan deposit' yang akan dibuka beberapa bulan kemudian setelah bibit cukup besar. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat yang sebagian bermata pencaharian sebagai nelayan dengan pendapatan yang tidak menentu.
Tujuan lain dari community nursery adalah sebagai sarana edukasi bagi masyarakat bahwa hutan bukan hanya penghasil kayu. Banyak hal yang dapat dimanfaatkan dari hutan. Akan lebih baik lagi jika terjadi perubahan pola pikir masyarakat untuk ikut melestarikan hutan dengan mulai menanam di lahan mereka masing-masing.
GCN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelestarian hutan dan mendapat izin usaha pengelolaan hutan Restorasi Ekosistem Riau (RER) dari pemerintah seluas 20.265 Ha di Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan. Seluruh lokasinya merupakan bekas kawasan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dengan tipe ekosistem hutan gambut.
Program RER ini memiliki kesamaan visi dan misi dengan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang menjadi sponsor utama untuk bersama-sama memegang komitmen dalam mendukung kelestarian hutan yang berkelanjutan. (zam/rl)