DARIRIAU.com - Wacana pembangunan kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar mendapat dukungan dari Komisi II DPR RI.
Hal tersebut terungkap ketika rombongan wakil rakyat tersebut mengunjungi Kecamatan Tambang dan Siak Hulu, Selasa (28/4) kemarin.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kampar telah menyiapkan lahan seluas 142 hektar di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, untuk lokasi pembangunan kampus IPDN. Namun karena miskomunikasi akhirnya kampus IPDN dibangun di Kabupaten Rokan Hilir.
"Dahulu memang dalam rencana awal sudah kita siapkan juga lahan untuk pembanguan kampus IPDN namun waktu itu terjadi miskomunikasi sehingga ditundalah pembagunannya," ujar Jefry Noer.
Meski ketika itu pembangunan kampus IPDN dipindahkan ke Kabupaten Rokan Hilir, namun kali ini Jefri Noer sangat optimis kalau pembanguan kampus tersebut bisa 'dikembalikan' ke Kabupaten Kampar, apalagi hal itu didukung oleh anggota DPR RI.
Jefry Noer juga meyakinkan Komisi II terkait kesiapan Kampar dalam menyediakan lahan untuk pembangunan kampus IPDN jika memang masih dibutuhkan tambahan lahan.
Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Edy menilai Kampar merupakan lokasi yang strategis untuk pembangunan kampus IPDN sebab berdekatan dengan ibukota Provinsi Riau. "Kampar sangat strategis karena sangat banyak faktor penunjangnya," kata mantan calon Gubernur Riau tersebut.
Lukman Edy yang merupakan anggota DPR RI dari daerah Pemilihan Riau tersebut berjanji akan mengawal aspirasi Pemkab Kampar dan anggota DPRD Kampar tersebut ke tingkat pusat. "Nantinya akan kita kawal dan lakukan proses secepatnya agar pembangunannya bisa dipercepat," ringkasnya.
Dalam dialognya bersama rombongan Komisi II Lukman Edy menyatakan bahwa dirinya akan menyampaikan langsung kepada Menteri Dalam Negeri seputar solusi permasalahan ini. "Pokoknya Komisi II sudah sampai di Kampar dan hal ini akan kami sampaikan langsung kepada Kemendagri Pak Tjahjo Kumolo biar segera dicarikan jalan keluarnya," kata Edy.
Saat meninjau lokasi rombongan menyusuri jalan tanah sampai ke tempat yang ideal dan disanalah Bupati Kampar menunjukkan masterplan yang telah direncanakan dari jauh-jauh hari kepada rombongan legislator.
Saat dialog berlangsung ada salah seorang anggota Komisi II Suasana Dachi yang mewawancarai warga yang merupakan pemilik tanah sebelum dibebaskan oleh Pemda Kampar. Dalam dialognya anggota DPR RI Dapil Nias ini langsung mengungkapkan hasil dialognya.
"Liat bapak tua itu yang dulu punya tanah ini, dulu kata bapak ini dia rela menjual tanahnya itu lantaran di atas tanah ini rencananya akan dibangun sekolah tapi sampai sekarang belum juga dibangun, lihatlah kekecewaannya. Makanya kali ini harus terealisasi dengan datangnya Komisi II," ujarnya.
Bupati Kampar Jefry Noer mengaku menyambut baik upaya yang akan dilakukan Komisi II dengan mempersiapkan segala hal yang akan dibutuhkan guna tercapainya pembangunan Kampus IPDN di daerah ini.
"Kami siapkan apa-apa yang diperlukan dalam proses ini, apa yang menjadi kebutuhan guna pembangunan ini berdasarkan kemampuan pemerintah sesuai peraturan yang ada, masterplan sudah ada dan tanah juga kita siapkan namun harapan kami Komisi II yang telah melihat secara langsung dapat memperjuangkan sampai ke Menteri Dalam Negeri," ungkap Jefry.
Kunjungi P4S
Selain mengunjungi Tambang, rombongan Komisi II DPR RI juga mengunjungi kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata, Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Kunjungan itu dalam rangka mendukung program Pemkab kampar dalam upaya percepatan pembangunan, pemberantasan kemiskinan dan pemulihan kawasan kumuh.
"Kita mendukung upaya Pemkab Kampar dalam upaya memberantas kemiskinan, baik dari segi infrastruktur maupun pembenahan perumahan kumuh. Dalam kunjungan kerja Komisi II kali ini memang memilih Kabupaten Kampar sebagai salah satu daerah yang dikunjungi. Semoga kita bisa bersama-sama saling berupaya untuk membngun bangsa dan negara agar terbebas dari kemiskinan," kata Ketua Komisi II DPR RI Rambe Kamaruzaman. (dr)