Seorang pria kedapatan terhuyung-huyung berjalan di apron Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, saat pesawat Garuda Indonesia dari Pekanbaru mendarat. Pria itu ternyata turun dari lubang main wheel (roda bel">
| | | | | | | |
Kamis, 23 April 2015  
DariRiau.com / Ragam / Nekad, Masuk Roda Pesawat Demi ke Jakarta

Dari Pekanbaru - Jakarta
Nekad, Masuk Roda Pesawat Demi ke Jakarta


Selasa, 07/04/2015 - 20:18:55 WIB
DARIRIAU.com -Seorang pria kedapatan terhuyung-huyung berjalan di apron Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, saat pesawat Garuda Indonesia dari Pekanbaru mendarat. Pria itu ternyata turun dari lubang main wheel (roda belakang pesawat). Bagaimana bisa?

Informasi bahwa ada penumpang gelap di pesawat GA 177 rute Pekanbaru-Jakarta dibenarkan oleh VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto.

"Benar ada kejadian itu. Jadi GA 177 dari Pekanbaru-Jakarta mendarat pukul 15.15 WIB, ada orang jalan terhuyung-huyung terlihat petugas pemandu pesawat parkir," jelas Pujo saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (7/4). Konfirmasi itu didapatkan Pujobroto dari staf darat Garuda dan petugas Ground Handling.

Kondisi pria tersebut tampak lemah, dengan telinga kiri berdarah. Maka pria tersebut, dibantu dengan staf darat Garuda dan petugas ground handling Garuda, Gapura Angkasa, langsung dibawa ke Pos Kesehatan Bandara. "Kondisinya terlihat kekurangan oksigen. Terlihat jari-jarinya yang membiru, telinga kiri juga berdarah," jelas Pujo. 

Pujo menganalogikan, ketinggian terbang pesawat rute Pekanbaru-Jakarta maksimal adalah 34 ribu kaki. Suhu di ketinggian 16 ribu kaki biasanya sudah mencapai nol derajat Celcius. Bisa dibayangkan kondisi yang dialami pria itu saat meringkuk di wadah roda utama pesawat.

Di Pos Kesehatan Bandara, pria itu diinfus hingga kondisinya normal. Ternyata, diketahui pria itu bernama Mario Steven Ambarita, dengan usia 21 tahun. Kini Mario diserahkan pihak Garuda kepada otoritas Bandara pukul 17.00 WIB.

Bagaimana dia bisa masuk ke roda pesawat? "Ternyata dulu yang bersangkutan lahir di Jakarta dan besar di Pekanbaru. Selama 21 tahun besar di Pekanbaru, dia punya keinginan sangat besar untuk ke Jakarta," jelas Pujobroto.

Nah, Mario mengaku bahwa 10 hari terakhir, dia mengamati Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Mario juga mempelajari cara menyelundup pesawat dari internet, Facebook dan sebagainya. Masalahnya dia itu naik ke rongga tidak dari apron (parkiran pesawat). Tapi pesawat berangkat taxying, di ujung landasan kan biasanya pesawat berhenti 5 menit itu, nah di situ," imbuh Pujo yang meneruskan keterangan dari petugas darat Garuda dan petugas ground handling Gapura Angkasa ini. 

Ternyata, Mario menemukan celah untuk masuk ke bandara yang seharusnya area terlarang. Celah masuk ke bandara itu adalah di titik paling ujung bandara. "Areal bandara kan restricted area. Namanya kawasan restricted area itu ada perimeter. Tidak dimungkinkan di kawasan bandara untuk masuk seharusnya. Ternyata di ada di ujung landasan itu orang bisa masuk dari situ," jelas dia.

Pihak Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru membenarkan adanya penumpang gelap di pesawat Garuda dari Pekanbaru ke Jakarta dan masih mencari tahu. "Nanti saja ya. Kita juga belum tahu bagaimana kronologinya soal penumpang tersebut. Karenakan penumpang sendiri dilakukan pemeriksaan di sana, bukan di sini," kata Kadiv Operasional Bandara SSK II Pekanbaru, Hasturman.

Hasturman saat ini sibuk untuk berkoordinasi terkait hal itu. Namun dia membenarkan bahwa penyusup itu naik di wadah roda main wheel (roda belakang pesawat-red). "Kita masih menunggu keterangan lebih lanjut. Karena penumpang pria itu saat ini lagi diintrograsi di sana (bandara Cengkareng)," imbuh Hasturman.[]

Sumber: detik





| | | | | | | |
Redaksi
Copyright 2012-2015
PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved