Pemerintah Harus Tanggap Dalam Penanggulangan HIV/AIDS
Kamis, 29/08/2013 - 10:28:41 WIB
TEMBILAHAN - Penyebaran virus HIV/AIDS di Kabupaten Indragiri Hilir belakangan ini terbilang sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu keseriusan pemerintah dalam menanggulanginya.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bangun Desa Payung Negeri (BDPN) Inhil, Zainal Arifin yang merupakan lembaga yang ditunjuk mendampingi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) oleh Persatuan Keluarga Berencana (PKBI) dalam usaha penanggukangan HIV/AIDS di Inhil.
"Semenjak kontrak kerja dengan Global Fun dengan Indonesia dalam penanggulangan penyakit HIV/AIDS, sejauh ini support dana, khususnya dari Pemkab Inhil dalam membantu penanggulangan HIV/AIDS ini dinilai sangat kecil, sehingga tidak memungkinkan untuk menggantung semua kerja penanggulangan kepada pihak donor," ungkap Zainal Arifin.
Seperti melakukan permintaan dana dengan Pemerintah Pusat dalam pekerjaan pembangunan, pasti daerah juga akan diminta menyediakan dana talangan sebagai pelaksana,
"Tidak akan maksimal upaya penanggulangan penyakit HIV/AIDS ini jika kita hanya mengandalkan pihak donor, KPA dan BDPN sebagai pelaksana jelas tidak akan bisa bergerak tanpa hal itu," tutur Zainal.
Menurut Zainal, LSM BDPN sebagai pelaksana kegiatan penanggulangan HIV/AIDS yang bekerjasama dengan KPA dan PKBI menilai tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penyebaran HIV/AIDS ini belum sepenuhnya memahami, sehingga semua pihak harus lebih gencar melakukan sosialisasi supaya tingkat kewaspadaan dan pemahaman masyarakat tentang penyakit ini bisa lebih baik.
"Jangan sampai kekurangan yang ada pada masyarakat tersebut diperparah oleh lemahnya peran pemerintah dalam menanggulangi dan memberantas penyebaran HIV/AIDS tersebut yang keberadaannya tersebar dipelosok daerah Inhil yang memerlukan bantuan dana guna mengatasi penyakitnya," tukasnya.
Zainal menilai keberadaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Inhil sangat penting, termasuk Dinas Kesehatan Inhil untuk membuat sebuah penanganan serta sosialisasi antisipasi penyebaran virus mematikan itu.
"Dinas Kesehatan dan semua pihak terkait harus bisa membuat langkah-langkah cepat secara bersama untuk mengantisipasinya, sedangkan bagi masyarakat yang berada di daerah pelosok dan di desa di Inhil ini, hendaknya harus hati-hati dan waspada untuk melakukan hal-hal yang tidak-tidak, yang sifatnya mengarah pada perbuatan maksiat, seks bebas dan semacamnya," ujarnya. (fad)