Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir - Negeri Seribu Jembatan - Menuju Inhil Berjaya dan Gemilang 2025
 
Masyarakat Terus Menjerit
Harga Kebutuhan Pokok Semakin Mencekik
Selasa, 20/08/2013 - 06:12:09 WIB
 
TEMBILAHAN - Semenjak naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu, satu persatu harga kebutuhan pokok masyarakat memang semakin melonjak, sehingga kondisi demikian membuat mayarakat kian kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Sekarang ini kita tidak tahu lagi harus berbuat apa, dengan kondisi harga kebutuhan pokok yang semakin tidak terkendali, sedangkan harga hasil pertanian yang ada di daerah ini seperti kelapa yang diharapkan, pada saat ini benar-benar tidak dapat membantu cepatnya perputaran ekonomi," ungkap Dara seorang pedagang makanan di Tembilahan.

Seperti sering diberitakan bahwa banyak komoditi pangan yang saat ini harganya betul-betul mencekik masyarakat yang penghasilannya justru tidak ada kenaikan, baik dari sektor pertanian dan perkebunan rakyat maupun nelayan.

Kondisi itu diperparah lagi lambatnya perjalanan APBD Inhil yang merupakan salah satu pemicu percepatan perputaran ekonomi daerah, dimana saat ini sebagian besar pekerjaan pembangunan yang direncakan pemerintah yang notabenenya akan melibatkan tenaga masyarakat terllihat belum dimulai.

Anton, seorang pemilik warung makanan juga menyampaikan keluhannya akan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa usahanya semakin tidak menghasilkan keuntungan dengan peningkatan harga kebutuhan pokok.

"Kita mau jual berapa lagi makanan ini, mulai dari minyak tanah yang mencapai Rp 20 ribu satu botol, disusul cabai, bawang merah bahkan sayuran untuk bahan makanan yang saya jual saat ini harga jauh melonjak, sementara para pembeli kita semakin sedikit," keluhnya.

Sementara itu, Sul yang sehari-harinya berdagang sayur mayur serta kebutuhan pokok lainnya di Pasar Terapung Tembilahan juga menyampaikan kondisi serupa, dimana jual beli barang dagangannya semakin hari semakin berkurang, karena tingginya harga.

"Dengan harga sembako seperti sekarang ini, para pembeli terlihat berpikir dua kali untuk berbelanja, mereka terlihat betul-betul membeli sebanyak kebutuhan sesaat saja. Biasanya ada pelanggan saya yang membeli banyak untuk stok, sekrang ini mereka tidak berani lagi," jelasnya. (fad)
 

Rabu, 18/12/2013 - 21:49:36 WIB
Kinerja RSUD Tembilahan Menuai Protes

Selasa, 17/12/2013 - 22:28:19 WIB
DWP Harus Ikut Serta Sukseskan Program Pemerintah

Senin, 16/12/2013 - 23:28:56 WIB
TPP Insel Temui Kabag Tapem dan DPRD Riau

Senin, 16/12/2013 - 23:24:28 WIB
Bupati Canangkan Penanaman Satu Milyar Pohon

Sabtu, 14/12/2013 - 21:12:17 WIB
Bupati Canangkan Gerakan Jum'at Bersih

Kamis, 12/12/2013 - 23:41:05 WIB
Bupati Komit Kembalikan Tembilahan Menjadi Kota IBADAH

Rabu, 11/12/2013 - 09:25:32 WIB
Insel Mulai Nampak Titik Terang

Selasa, 10/12/2013 - 22:48:11 WIB
BP3AKB Inhil Gelar Pelatihan Tata Rias Kecantikan

Senin, 09/12/2013 - 16:35:01 WIB
Disporabudpar Gelar Workshop Seni Tari dan Musik

Minggu, 08/12/2013 - 18:33:55 WIB
Setiap Warga Negara Berhak Dapat Akses Informasi Publik

Sabtu, 07/12/2013 - 14:30:21 WIB
Ibukota Kecamatan di Inhil Harus Miliki Jalan Memadai

Jumat, 06/12/2013 - 14:52:25 WIB
Bupati Silaturahmi dengan Pedagang Kakilima dan Tukang Parkir

Kamis, 05/12/2013 - 19:19:32 WIB
Bupati Inhil Tinjau Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Rabu, 04/12/2013 - 22:12:56 WIB
Wabup Buka Pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa

Rabu, 04/12/2013 - 22:11:05 WIB
40 Gapoktan Ikuti Pelatihan Penggunaan Dana BLM-PUAP

 
HOME | UTAMA | INDEX BERITA INHIL
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2012