Masyarakat Terus Menjerit
Harga Kebutuhan Pokok Semakin Mencekik
Selasa, 20/08/2013 - 06:12:09 WIB
TEMBILAHAN - Semenjak naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu, satu persatu harga kebutuhan pokok masyarakat memang semakin melonjak, sehingga kondisi demikian membuat mayarakat kian kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Sekarang ini kita tidak tahu lagi harus berbuat apa, dengan kondisi harga kebutuhan pokok yang semakin tidak terkendali, sedangkan harga hasil pertanian yang ada di daerah ini seperti kelapa yang diharapkan, pada saat ini benar-benar tidak dapat membantu cepatnya perputaran ekonomi," ungkap Dara seorang pedagang makanan di Tembilahan.
Seperti sering diberitakan bahwa banyak komoditi pangan yang saat ini harganya betul-betul mencekik masyarakat yang penghasilannya justru tidak ada kenaikan, baik dari sektor pertanian dan perkebunan rakyat maupun nelayan.
Kondisi itu diperparah lagi lambatnya perjalanan APBD Inhil yang merupakan salah satu pemicu percepatan perputaran ekonomi daerah, dimana saat ini sebagian besar pekerjaan pembangunan yang direncakan pemerintah yang notabenenya akan melibatkan tenaga masyarakat terllihat belum dimulai.
Anton, seorang pemilik warung makanan juga menyampaikan keluhannya akan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa usahanya semakin tidak menghasilkan keuntungan dengan peningkatan harga kebutuhan pokok.
"Kita mau jual berapa lagi makanan ini, mulai dari minyak tanah yang mencapai Rp 20 ribu satu botol, disusul cabai, bawang merah bahkan sayuran untuk bahan makanan yang saya jual saat ini harga jauh melonjak, sementara para pembeli kita semakin sedikit," keluhnya.
Sementara itu, Sul yang sehari-harinya berdagang sayur mayur serta kebutuhan pokok lainnya di Pasar Terapung Tembilahan juga menyampaikan kondisi serupa, dimana jual beli barang dagangannya semakin hari semakin berkurang, karena tingginya harga.
"Dengan harga sembako seperti sekarang ini, para pembeli terlihat berpikir dua kali untuk berbelanja, mereka terlihat betul-betul membeli sebanyak kebutuhan sesaat saja. Biasanya ada pelanggan saya yang membeli banyak untuk stok, sekrang ini mereka tidak berani lagi," jelasnya. (fad)