Bintang Tamu Talk Show Kenang Sejarah SMP di Pengalihan
Zulpen Pimpin Kepengurusan HIKBA SMP N 4 Keritang
Senin, 19/08/2013 - 06:00:30 WIB
TEMBILAHAN - Himpunan Keluarga Besar Alumni (HiKBA) SMP N 4 Keritang resmi terbentuk. Zulpen Zuhri alumni tahun 2003 secara aklamasi terpilih sebagai ketua umum.
Usai menggelar sidang pleno Musyawarah kekeluargaan (Musga) Kepengurusan terpilih dan alat kelengkapan organisasi langsung dikukuhkan Kepala sekolah (Kepsek) SMPN 4 Keritang Drs.H. Yusmaddin,Mpd.
HiKBA SMP N 4 Keritang lahir setelah alumni tahun 2002 sampai alumni tahun 2010 menggelar Reuni akbar dengan tema "Temu kangen bukti persahabatan" sekaligus menggelar halal bihalal antara alumni dengan Cipitas SMP N 4 Keritang.
Selain dihadiri lebih dari 150 alumni secara langsung dihadiri Kepsek, Majelis guru, TU dan para siswa/i serta dihadiri juga tokoh masyarakat di empat desa diantaranya, desa Pengalihan, Pancur, Sencalang dan desa Petalongan wilayah Kecamatan Keritang.
Meriahnya acara reuni akbar tersebut ditambah lagi dengan Talk show alumni yang dibawakan oleh Nur'aini yang saat ini berfrofesi sebagai tenaga pengajar di salah satu Akademi kebidanan Provinsi jambi.
Bintang tamu dalam acara talk show temu kangen alumni adalah, Ahmad Kosasi, sebagai pendiri SMP N 4 Pengalihan namun saat tahun 1985 lalu diberi masih bernama SMP Karya Pengalihan.
Keberadaan sekolah sederajat SMP saat itu untuk di desa Pengalihan di dukung H Daeng Malongi sebagai anggota DPRD Inhil. Didirikan SMP menjawab unek-unek masyarakat, sedangkan Yayasan Karya diambil dari Kotabaru milik sekolahan disana.
"Saat ini kita sudah dirikan yaysan sendiri namun waktu itu kita pinjam badan hukum Yayasan Karya Kotabaru," jelasnya.
Bintang tamu kedua adalah Sirajudin, Sp. Beliau adalah tenaga teknis pertanian namun diminta oleh masyarakat sebagai tenaga pengajar di SMP Karya Pengalihan sampai SMP N tersebut berstatus Negeri, karena ditugaskan oleh dinas pertanian Kabupaten ke desa tetangga maka Sirajudin yang akrab disapa pak Atan ini akhirnya memutuskan berhenti untuk mengajar.
Sedangkan bintang tamu ketiga dianggap sesepuh SMP N 4 Keritang Bambang Arismunandar Spd, beliau salah satu guru pertama mengajar di SMP N 4 Keritang saat sekolahan itu baru berstatus Negeri.
Bambang Arismunandar masing ahafal dan ingat wajah-wajah siswa/i alimni 2002,2003 dan 2004 dan menceritakan pohon kelapa sawit yang tumbuh subur disekitar sekolah yang di tanam oleh alumni tahun 2003.
Kesan pesan yang ditanyakan Nur'aini kepada tiga bintang tamu di jawab berbeda, jika Ahmad kosasi bercerita lebih pada sulitnya mendirikan SMP Karya dengan keterbatasan tenaga pengajar dan perjuangan di tingkat Kabupaten maka Sirajudin lebih bercerita pada penyesuaianya sebagai tenaga pengajar dan terus melakukan upaya agar trik cara mengajari siswa/i SMP mudah di mengerti.
Untuk Bambang Arismunandar ternyata selain kesan dan pesan, yang dicecer Nur'aini mengarahkannya kepada cerita cinta lokasi bercerita lebih kepada perkenalan Bambang Arismunandar dengan pasangan hidupnya Yushardiningsing guru yang serempak dengan dirinya mengajar di SMP N 4 Keritang saat baru berstatus Negeri.
Kepsek SMP N 4 Pengalihan Keritang, Yusmanuddin menyampaikan, semoga reuni akbar ini terus bisa dilaksanakan dua tahun sekali. Kepengurusan HiKBA diharapkan bisa memberikan sumbangsih terhadap kemajuan pendidikan di SMP N 4 Keritang. "Kami siap menerima kritikan yang bersifat membangun baik dari alumni maupun dari lingkungan sekitar sekolah ini," ujarnya.
Semantara itu Ketua HiKBA SMP N 4 Keritang, Zulpen Zuhri menyampaikan, bahwa para alumni berutang budi dengan para majelisguru dimana hutang budi tersebut tidak bisa terbalas dengan harta benda. "Hutang budi ini akan kami bawa sampai mati, semoga menjadi amal bagi bapak ibuguru kami," ujar Zulpen.
Lebih jauh disampaikanya, HiKBA SMP N 4 Pengalihan Keritang akan mendukung kemajuan dunia pendidikan di Kecamatan Keritang dan Inhil pada umunya.
"Semoga roda organisasi ini bisa berjalan layaknya organisasi yang ada di tingkat Kabupaten dan Provinsi Riau," jelas Zulpen. (fad)