Konsep Perencanaan Dinilai Kurang Matang
Banyak Infrastruktur Belum Berfungsi Maksimal
Sabtu, 17/08/2013 - 06:42:48 WIB
TEMBILAHAN - Upaya pembangunan infrastruktur yang tidak pernah henti dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sejauh ini terbilang mengesankan, namun pemanfaatannya dinilai belum bahkan tidak maksimal, sehingga terkesan mubazir.
Penilaian ini disampaikan tokoh muda Inhil dari Lembaga Swadaya Masyarakat Perjuangan Anak Negeri (LSM PERAN), Firmansyah, Kamis (15/8). Ia mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan Pemkab Inhil dalam mewujudkan ketersedian infrastruktur di Negeri Seribu Jembatan sejauh ini belum berdasarkan sebuah konsep perencanaan yang cukup matang.
"Kita banyak melihat infrastruktur yang telah dibangun Pemkab Inhil tidak difungsikan sebagaimana mestinya, sehingga terkesan mubazir, padahal banyak infrastruktur tersebut dibangun dengan mengorbankan kepentingan masyarakat yang lain," ungkap Firmansyah.
Sebagai contoh jelas Firman, infrastruktur yang bernilai cukup besar itu adalah seperti Terminal Bandar Laksama Indragiri, Pelabuhan Parit 21 serta beberapa infrastruktur yang ada di daerah seperti bangunan Pasar Guntung, Jembatan Sungai Gergaji, Bangunan Rice Procesing Complek (RPC) Keritang dan Pelabuhan Samudra Kuala Enok.
"Akibat dari keadaan demikian, wajar saja banyak masyarakat yang selalu mempertanyakan proyek-proyek pembangunan yang digagas dan akan dilaksanakan Pemkab Inhil, karena dinilai masih banyak kebutuhan masyarakat yang dinilai perlu mendapat keseriusan dan kucuran dana, seperti kesehatan dan pendidikan, terutama bagi masyarakat di kecamatan," katanya.
Proyek pembangunan yang termasuk mercusuar ini jelas Firman disatu sisi memang dibutuhkan sebagai sebuah ikon dan tanda kemajuan yang tentu saja dengan pemanfaatan maksimal, sehingga terkesan tidak mubazir. Namun jika upaya pemanfaatannya diperkirakan belum akan maksimal alangkah lebih baik didahulukan pembangunan kepentingan yang lain. (fad)