CJH Inhil Sebut Biaya Lokal Memberatkan
Sabtu, 20/07/2013 - 07:16:47 WIB
TEMBILAHAN - Dewan mendukung aspirasi kalangan calon jamaah haji (CJH) agar dilakukan peninjauan kembali biaya lokal dan transportasi pesawat. CJH minta keberangkatan mereka ke embarkasi Batam kembali menggunakan kapal ferry cepat, karena lebih efisien dan murah.
Menurut anggota Pansus II DPRD Inhil, Edy Gunawan tidak tercapainya kesepakatan antara pihak legislatif dan eksekutif sehingga Ranperda tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Biaya Transportasi Haji tersebut tidak dapat dilanjutkan menjadi Perda.
"Kami sangat mendukung aspirasi dan telah memperjuangkannya (pembahasan Ranperda tersebut), nanun tidak tercapai kesepakatan dalam hal ini. Dewan mendukung transportasi lewat jalur laut menggunakan kapal ferry, tapi Pemkab Inhil ngotot menggunakan pesawat," ungkap Edy Gunawan.
Menurutnya, kalau menggunakan transportasi pesawat, maka cost tinggi terhadap biaya lokal dan transportasi pesawat harus ditanggung CJH, khususnya dari Inhil Utara. Selain menelan biaya besar, tidak efisien juga resiko besar. CJH asal Inhil Utara saja bisa merogoh biaya lokal dan transportasi pesawat bisa mencapai angka Rp 7 jutaan.
"Kasihan CJH, khususnya dri Inhil Utara yang harus bolak balik ke Tembilahan, padahal kalau lewat pelabuhan laut Guntung hanya 2 jam ke Batam dan biaya lebih murah. Sedangkan kalau menggunakan pesawat mereka harus ke Tembilahan dulu dengan jarak tempuh sekitar 4 jam dan biaya juga besar," sebutnya.
Saat pembahasan dengan eksekutif beberapa waktu lalu, dewan menawarkan dua pelabuhan, yakni Tembilahan dan Guntung, kalau transportasi CJH ke Batam menggunakan kapal ferry cepat.
"Jangan sampai demi memfungsikan Bandara Tempuling, CJH yang dikorbankan. Kalau memang keberangkatan CJH ke Batam menggunakan kapal ferry cepat disebut kembali ke zaman batu, maka selama 11 bulan Bandara Tempuling tidak difungsikan, itu zaman apa namanya," katanya mempertanyakan manfaat Bandara Tempuling selama ini yang hanya digunakan saat musim haji saja.
Ia mengakui, sebelumnya pada bulan Juni lalu, dewan menerima surat permohonan peninjauan kembali biaya lokal dan transportasi pesawat dari kalangan CJH Inhil, khususnya asal Inhil Utara.
Dalam surat tersebut CJH menyampaikan, mereka merasa keberatan dengan penerapan biaya lokal dan transportasi pesawat sebesar Rp 3,8 juta, ditengah kondisi perekonomian masyarakat yang memprihatinkan, akibat merosot hasil dan anjloknya harga kelapa di Inhil.
Sebagai perbandingan, sebelum menggunakan pesawat biaya keberangkatan CJH hanya Rp 1,2 sampai 1,6 juta saja. Lagipula transportasi dengan kapal ferry cepat resikonya kecil, jarak tempuh tidak memberatkan jamaah dan biaya murah. (fad)