DPS di 56 TPS di Keritang Bermasalah
Tim Warohmah Lapor ke KPU Inhil
Kamis, 11/07/2013 - 10:03:14 WIB
TEMBILAHAN - Pelaksanaan Pilkada Inhil tidak sampai 2 bulan lagi, namun daftar pemilih sementara (DPS) banyak 'bermasalah'. Permasalahan ini pun dilaporkan tim pemenangan Wardan-Rosman Harmonis dan Amanah (Warohmah) ke KPU Inhil, Selasa kemaren.
Tim Warohmah yang dipimpin Ustad Suhaidi dan H Darul Kamaluddin mendatangi kantor KPU Inhil. Kedatangan mereka diterima Ketua KPU Inhil, H Joni Suhaidi dan Ketua Pokja Pendaftaran, Herdian Asmi.
Dalam pengaduannya, tim Warohmah menemukan permasalahan dalam DPS Pilkada Inhil, yakni diantara ditemukannya pemilih ganda, warga yang sudah meninggal masuk DPS. Tim Warohmah membawa ratusan lembar DPS yang bermasalah tersebut dan menyerahkan kepada Ketua KPU Inhil.
"Kami tidak menuduh, tapi ditemukan indikasi pihak PPS dan PPK di lapangan telah 'bermain' dalam permasalahan ini. Kami minta KPU dapat menyikapi ini dengan baik," ungkap Ustad Suhaidi saat itu.
Disebutkan, mereka menemukan 56 tempat pemungutan suara (TPS) di 6 Desa di Kecamatan Keritang yang DPS nya bermasalah dan ratusan warga yang memilih hak pilih tidak didaftarkan.
"Kami menemukan DPS yang bermasalah di 56 TPS pada 6 desa di Kecamatan Keritang, pada sebelumnya permasalahan ini sudah disampaikan kepada KPPS dan PPK tapi tidak juga diselesaikan," sebut Mahmuddin, anggota tim pemenangan Warohmah.
Ia mencontohkan, di TPS 11 Dusun Duku, Desa Kotabaru Siberida ada sekitar 200 warga yang tidak terdata, padahal mereka sudah berhak memilih dan sudah disampaikan ke pihak KPPS tapi tidak digubris. Demikian juga di TPS 21 ada sekitar 50 warga tidak terdata.
"Demikian juga dengan permasalahan warga yang sudah meninggal masuk kedalam DPS, pemilih ganda dan pemilih yang masih dibawah umur," tambahnya.
Menanggapi permasalahan ini, Ketua KPU Inhil menyatakan akan melakukan verifikasi kepada PPS dan PPK di lapangan, sehingga DPS tersebut dapat diperbaiki dalam tenggat waktu yang hanya sedikit ini.
"Tentunya akan kami tindaklanjuti dan verifikasi kepada pihak PPS dan PPK. Kami sangat berterima kasih atas masukan ini," jawab Joni Suhaidi. (fad)