Hujan Tiga Jam Belum Mampu Bersihkan Kabut Asap
Kamis, 27/06/2013 - 09:31:22 WIB
TEMBILAHAN – Hujan dan angin kencang yang mengguyur Kota Tembilahan dan sekitarnnya pada Selasa sore (25/6) belum mampu menghilangkan kabut asap dari udara kota, bahkan pada pagi dan siang Rabu (26/6) kabut asap terlihat makin tebal.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ada dua perusahaan perkebunan yang awalnya diduga ikut membakar lahan pada areal konsesi mereka, namun setelah dicek langsung oleh personil BLH Inhil, areal yang terbakar tersebut berada diluar lahan perusahaan, artinya lahan tersebut adalah lahan hutan atau lahan masyarakat.
"Guna memastikan informasi awal, kita telah cek langsung kebenaran dugaan keterlibatan dua perusahaan perkebunan dalam membakar lahan dan hutan yakni PT MGI dan PT BNS, dan sejauh ini dugaan tersebut tidak benar," ungkap Kasi Pelestarian Lingkungan BLH Inhil, Ir Ardi Yusuf, Rabu (26/6).
Ardi juga menjelaskan bahwa titik api yang awalnya diduga dalam areal perusahaan, ternyata ditemukan diluar konsesi yang mereka miliki yang merupakan hutan atau lahan masyarakat yang akan dibuka.
Selain itu, kondisi di lapangan, api sudah terlihat padam, namun masih memunculkan asap, karena memang berada dilahan gambut yang cukup dalam.
Sedangkan informasi titik api terkini di Inhil menurut pantauan satelit NOAA 18 yang dijelaskan Ardi ada dua titik, yakni 1 titik di DesaTeluk Kelasa Kecamatan Keritang dan 1 titik di Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning.
Dari kondisi terkini yang terlihat di Kota Tembilahan, selain sumbangan asap dari 2 titik api yang masih hidup di dua kecamatan tersebut juga diduga banyaknya asap kiriman dari daerah tetangga Inhil.
Walaupun demikian, dari penilaian Dinas Kesehatan Inhil, kualitas udara Inhil masih dalam katagori sehat dan belum membahayakan, hal itu diikuti oleh belum adanya laporan warga yang terkena serangan ISPA, "walaupun sebagian warga merasa tidak nyaman melakukan aktivitas di luar ruangan saat ini," kata Rasul Alim, Rabu (26/6). (fad)