Terpantau 19 Titik Api
Hampir Semua Kecamatan Terjadi Kebakaran Lahan
Kamis, 20/06/2013 - 06:10:30 WIB
TEMBILAHAN - Kawasan Indragiri Hilir sampai saat ini masih diselimuti kabut asap, walaupun tidak cukup tebal, namun cukup menyesakkan pernapasan jika melakukan perjalanan, karena diketahui hamper semua kecamatan di Inhil ditemukan kebakaran hutan dan lahan.
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil menyatakan bahwa hingga Rabu (19/6) terpantau 19 titik api yakni di Kecamatan Keritang 6 titik api, Kecamatan Pelangiran 3 titik api, Batang Tuaka 2 titik api dan Kecamatan Tempuling 2 titik serta Kecamatan Pulau Burung, Teluk Belengkong, Mandah, Kuindra, Kempas dan Kecamatan Tembilahan masing-masing ditemukan 1titik api.
"Berdasarkan data dari Satelit NOAA 18, sepanjang minggu ini sampai tanggal 19 juni terpantau 19 titik api di Inhil, dimana dari pantau tersebut diketahui hamper semua kecamatan ditemukan titik api, dan Keritang merupakan daerah dengan titik api terbanyak, yakni9 6 titik," ujar Kepala BLH Inhil melalui Kasi Pelestarian Lingkungan, Ir Ardi Yusuf, Rabu (19/6).
Dengan kondisi demikian Badan Lingkungan Hidup menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan meluasnya kebakaran lahan, khususnya pada lahan perkebunan masing-masing dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan pada cuaca kemaran.
"Sedangkan upaya yang tengah dilakukan BH bersama tim Karhutla Inhil saat ini adalah dengan melekukan koordinasi melalui camat dan juga turun langsung kelokasi kebakaran hutan dan lahan guna memadamkan api," jelas Ardi.
Berdasarkan pengamatan di lapangan sejak beberapa hari ini memang kabut asap masih menyelimuti kawasan Indragiri Hilir. Bahkan, pada Rabu pagi (19/6) kabut asap cukup tebal terlihat meliputi kawasan Indragiri Hilir, terutama di Kota Tembilahan, karena memang Tembilahan juga ditemukan 1 titik pai yakni di desa Seberang Tembilahan.
Walaupun kabut asap menyelimuti Inhil, tapi belum ada warga yang mengenakan masker ketika mengadakan aktifitas di luar rumah.
"Sejauh ini belum ada warga kita yang dirawat karena penyakit saluran pernapasan (ISPA), dan kita berharap ini bisa cepat diatasi dan warga dapat beraktifitas dengan baik tanpa rasa cemas dengan kabut asap," ujar Kadiskes Inhil, Rasul Alim. (fad)