Ribuan Muslimin Peringati
Haul Syekh Abdurrahman Siddik Al-Banjar ke-76
Jumat, 14/06/2013 - 07:26:04 WIB
TEMBILAHAN - Peringatan haul Syekh Abdurrahman Siddik Al Banjari ke-76, Kamis (14/6) yang dipusatkan di Masjid Al Hidayah, Kampung Hidayat, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) kompleks pemakaman Syekh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari dipadati ribuan kaum muslimin.
Ribuan kaum muslimin ini bukan hanya berasal dari Inhil, tapi juga dari Palembang, Sumsel dan Kalimantan Selatan ini dengan khidmat mengikuti kegiatan ini. Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan diwakili Asisten I Setdakab Inhil, H Darussalam, hadir juga Ketua Pengadilan Agama Tembilahan, HM Nur dan beberapa pejabat Pemkab Inhil lainnya.
Kegiatan religius ini juga dihadiri Balon Bupati Inhil, HM Wardan yang merupakan cucu KH Abdurrahman Ya'kub Sungai Gergaji dan masih kerabat Syekh Abdurrahman Siddik Al-Banjari, dan hadir pula Balon Wakil Bupati Inhil, H Said Ismail. Serta tokoh agama dan masyakata Inhil.
Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Setdakab Inhil, H Darussalam menyatakan, hendaknya momen helat religius ini sebagai sarana untuk mengenal keikhlasan berjuang Mufti Kerajaan Indragiri ini.
"Juga menjadi sarana mempererat jalinan silaturrahim dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Marilah kita lanjutkan perjuangannya dalam membangun nilai-nilai syariat dalam kehidupan keluarga dan umat," ujar Darussalam.
Disebutkan, KH Abdurrahman Siddik merupakan sosok ulama yang kharismatis juga cerdas. Sehingga beliau sukses membangun dan mengembangkan ajaran Islam.
"Dibuktikan dengan ajaran dan buah pemikiran beliau dalam bidang ilmu agama yang bukan hanya dikenal di Indragiri, tapi sampai keluar Inhil, bahkan murid beliau tersebar sampai keluar negeri seperti Singapura dan Malaysia," imbuhnya.
Dalam pembacaan Manaqib (riwayat hidup) Tuan Guru Sapat oleh Ketua Yayasan Syekh Abdurrahman Siddik Al-Banjari, HM Ali Azhar disampaikan,
bagi kaum muslimin yang mengikuti perjalanan hidup seorang waratsatul anbiya' (pewaris para Nabi), maka akan membawa keberkahan dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
Dijelaskan, Syekh Abdurrahman Siddik Al-Banjari dalam menjalankan dakwahnya dan mengajar umat pada masa itu tidak kenal pamrih. Bahkan, selama menjabat sebagai Mufti Kerajaan Indragiri beliau tidak mau menerima gaji.
"Beliau masih keturunan dari dua tokoh penyebar Islam di Nusantara, yakni Pangeran Diponegoro dan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari," sebut Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil ini.
Sebelumnya, Rabu malam digelar pengajian dan Maulid Al-Habsyi serta Barzanji di makam Syekh Abdurrahman Siddik Al-Banjari. Bahkan, peziarah yang datang bergiliran menggelar pengajian sampai Kamis dinihari.
Beberapa hari sebelum puncak pelaksanaan haul, kaum muslimin mulai berdatangan kesini. Beberapa ekor lembu hasil sumbangan para donatur disembelih bagi keperluan makan selama pelaksanaan helat religius ini. Dalam kesempatan ini pihak panitia menyediakan ribuan bungkus nasi yang dibagikan secara gratis bagi kaum muslimin yang hadir saat haul. (fad)