Sekda: Pengelolaan Mangrove Harus Dimaksimalkan
Kamis, 13/06/2013 - 09:43:39 WIB
TEMBILAHAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Alimuddin RM ketika membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Mangrove, kemaren meminta kepada semua pihak terkait untuk memaksimalkan pengelolaan hutan bakau tersebut.
Dihadapan para Camat, LPM, akademisi dan masyarakat Duano, Sekda mengatakan bahwa Kabupaten Inhil mempunyai potensi sumberdaya hutan bakau (mangrove) terbesar di Provinsi Riau. Sehingga bisa menjadi modal dasar bagi pembangunan ekonomi, peningkatan devisa, perluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan penduduk.
"Dengan berbagai macam manfaat dari hutan bakau yang kita miliki, sangat diharapkan adanya keseriusan dalam mengelola kekayaan alam tersebut, sehingga hasilnya dapat dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat luas," tukas Alimuddin.
Namun jelasnya, potensi tersebut pada saat ini harus diakui belum dikelola secara optimal, hingga hasilnya pemanfaatan juga belum optimal. Karenanya, dalam jangka panjang perlu dilakukan peninjauan kebijakan terhadap pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya wilayah pesisir, khususnya hutan mangrove.
"Pemkab Inhil sangat menyambut baik setiap ide dan kegiatan yang mengarah pada pelestarian dan pemanfaatan hutan mangrove secara konfrehensif, sehingga diharapkan bisa memberikan manfaat yang luas," tutur Sekda.
Selanjutnya, Sekda berharap, sebagai sebuah lembaga, FGD ini diminta menjadi motor yang mampu memberikan solusi terbaik dalam mengembangkan potensi unggulan kawasan hutan mangrove di Kabupaten Inhil.
"Saya mengharapkan, agar momen ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Sehingga, akan berdampak positif bagi kelestarian lingkungan kita, khususnya hutan mangrove, yang pada dasarnya juga merupakan upaya kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya. (fad)