Indra: Inhil Harus Bisa Kembali Swasembada Beras
Jumat, 24/05/2013 - 10:09:55 WIB
TEMBILAHAN - Berangkat dari semakin pentingnya menumbuhkan beragam komoditi pangan dan ekonomi, Bupati Inhil DR Indra M Adnan menegaskan tegadnya untuk mengembalikan Inhil sebagai salah satu penghasil beras di Riau.
"Beberapa dekade sebelumnya, Kabupaten Inhil memang pernah dikenal sebagai salah satu lumbung berasnya Riau. Namun, predikat tersebut kian luntur seiring berkurangnya lahan bercocok tanam padi, karena beberapa faktor, seperti alih fungsi lahan kepada perkebunan, dan mengingat banyaknya persoalan perkebunan belakangan ini kita seharusnya bisa mengembalikan swasembada beras, karena lahan kita masih sangat cukup untuk itu," tekad Bupati.
Yang menjadi menjadi perhatiannya adalah persoalan pangan yang tidak bisa dianggap sepele karena merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Selain meluncurkan banyak program lewat Satuan Kerja terkait, Pemkab Inhil juga mengajak kepada warga yang sudah meraih gelar sarjana di bidang pertanian untuk turut serta menyumbangkan ilmunya dalam mengembangkan sektor pertanian.
Dijelaskan Bupati, bercocok tanam padi juga menguntungkan, karena hanya dibutuhkan waktu beberapa bulan untuk panennya. Bahkan bisa dilakukan dua kali dalam setahunnya. Namun, selama ini diakuinya warga banyak yang berpindah dengan tanaman keras lain yang dipandang lebih menguntungkan.
"Kalau persoalan pangan sudah bisa diatasi. Untuk melakukan langkah selanjutnya bakal lebih mudah. Oleh karena itu, kita semua harus berusaha meningkatkan produktivitas gabah daerah inim," tutur Indra.
Selanjutnya, kepada warga pemilik lahan pertanian, Bupati mengimbau agar tidak mengalihfungsikan lahannya menjadi lahan pertanian tanaman lain, dan kepada kalangan intelektual bidang pertanian juga diharapkan mencari solusi bagaimana caranya meningkatkan produktivitas gabah dan hasil panen.
Sementara itu, beberapa kali panen raya yang dilakukan Pemkab Inhil pada daerah sentra penghasil gabah, seperti Reteh, Keritang dan Batang Tuaka dimaksudkan sebagai salah satu upaya menstimulasi petani agar terus giat mempertahankan lahan pertaniannya dan berupaya maksimal mengolah lahan yang dimiliki.
Petani yang tetap berusaha mempertahankan lahan pertaniannya disebut Bupati layak mendapatkan keuntungan, seperti mendapat kemudahan dalam memperoleh pupuk bersubsidi maupun program lain yang sifatnya memberdayakan dan meningkatkan produktivitas.
"Kepada Satker terkait harus serius dalam membina petani dan menjalankan programnya. Keseriusan itu harus ditunjukan secara nyata di lapangan, tidak hanya sekadar penyampaian laporan," pungkasnya.(fad)