IPKR: Balon Bupati Harus Berani Teken Kontrak Dengan Petani
Senin, 20/05/2013 - 02:41:26 WIB
TEMBILAHAN - Para kandidat balon Bupati dan Wakil Bupati Inhil mendatang harus berani teken kontrak dengan petani kelapa di Inhil, bagi perbaikan segera dan komprehensif kerusakan tanggul dan pohon kelapa petani yang tidak produktif lagi.
Demikian juga dengan perbaikan harga kelapa yang saat ini seolah-olah hanya dimonopoli perusahaan tertentu saja, sehingga nilai jual kelapa petani selalu ditekan serendah mungkin.
Hal ini terus disampaikan Ketua Ikatan Petani Kelapa Rakyat (IPKR) Inhil, Zainuddin Acang, SH yang juga mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten Inhil bagi memperjuangkan stabilitas dan kepastian harga kelapa di pasaran, khususnya di Kabupaten Inhil.
"Kita sangat mengharapkan Pemkab Inhil dapat memprioritaskan perbaikan tanggul-tanggul rusak di perkebunan warga, serta mencarikan solusi bagi stabilitas dan kepastian harga kelapa di pasaran Inhil," sebut pria yang berprofesi sebagai advokat ini.
Para kandidat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil mendatang haruslah figur yang berani memperjuangkan nasib dan harga kelapa di Indragiri Hilir. Saat ini petani kelapa 'menjerit', karena harga kelapa yang tidak menentu.
Selama ini terkesan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir tidak peduli terhadap nasib petani kelapa di Inhil, terutama di kawasan pesisir yang banyak areal kebun kelapa petani yang terendam banjir pasang, akibat rusaknya tanggul pengaman perkebunan kelapa.
Bukan hanya kerusakan tanggul pengaman perkebunan kelapa dari intrusi air laut ini yang membuat rusaknya pohon kelapa, namun makin diperparah dengan makin anjloknya harga petani kelapa, baik berupa kelapa bulat maupun kopra.
"Kami mengharapkan kandidat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil nanti harus memperjuangkan nasib kami ini. Kalau perlu mereka harus teken kontrak dengan petani kelapa di Inhil," sebut Burhan, seorang petani kelapa asal Kecamatan Mandah. (fad)