Bupati Buka Pelatihan Intelijen Bagi Aparat Daerah
Kamis, 11/10/2012 - 09:20:49 WIB
TEMBILAHAN - Bupati H Indra M Adnan yang diwakili Asisten II Setdakab Inhil, H Syafrinal Heddy membuka secara resmi Pelatihan Intelijen Bagi Aparat Daerah di Kabupaten Inhil, yang bertempat di Aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, Rabu (10/10).
Kegiatan yang ditaja oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Inhil tersebut diikuti sebanyak 25 peserta, terdiri dari instansi-instansi yang ada di Kabupaten Inhil.
Dalam sambutannya, H Syafrinal Heddy mengatakan, bahwa pelatihan intelijen ini sangat penting bagi pembekalan pengetahuan aparat, sehingga diharapkan aparat Pemkab Inhil memiliki kemampuan di dalam mendeteksi secara dini terhadap berbagai potensi konflik, untuk selanjutnya dapat dilakukan langkah-langkah antisifatif.
"Sebagai bagian dari fungsi intelijen, khususnya dibidang pengamanan deteksi dini sangat perlu untuk dilakukan terutama dalam menghadapi ancaman yang sulit ditebak, berkaitan dengan sifatnya yang tidak berbentuk, serangan pendadakan dan sasaran yang dapat menimbulkan korban tanpa pandang bulu," tutur Syafrinal Heddy.
Dengan demikian, ancaman tersebut mempunyai potensi menimbulkan gangguan yang serius bagi ketentraman dan ketertiban umum, dengan melakukan kerusakan besar terhadap sasaran yang tidak siap dan tidak menyadari bahwa hal tersebut akan terjadi.
"Menghadapi ancaman semacam ini, upaya untuk mengumpulkan informasi intelijen yang berkaitan dengan ancaman atau potensi ancaman menjadi sangat penting, bukan saja bagi aparat intelijen tetapi juga bagi setiap warga masyarakat itu sendiri," terangnya.
Oleh karena itu, sebagai aparat Pemkab Inhil dituntut untuk memiliki kepekaan dan kecermatan dalam menyikapi setiap potensi permasalahan yang dapat menimbulkan instabilitas dalam rangka menjamin terciptanya suasana yang kondusif bagi kelancaran roda pemerintahan dan pembangunan di daerah.
"Pemkab Inhil menyambut baik dilaksanakannya pelatihan intelijen ini, dalam rangka upaya membina, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat terhadap kemungkinan timbulnya ancaman stabilitas nasional didaerah yang kondusif, serta memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa terutama di lingkungan kita," imbuhnya. (fad)