Meski Nihil Titik Api
Kabut Asap Masih Mengganggu di Inhil
Senin, 17/09/2012 - 12:09:08 WIB
TEMBILAHAN – Hasil pantauan satelit NOA 18 yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada tanggal 14-15 September 2012, diketahui tidak ada titik api di Inhil, namun ketebalan kabut asap dinilai masih mengganggu warga.
Ketebalan kabut asap di Inhil, khususnya Kota Tembilahan masih memedihkan hidung dan tenggorokan, khususnya ketika melakukan perjalanan dengan sepeda motor.
"Hasil pantauan kita melalui satelit NOA 18, di Inhil pada tanggal 14-15 September 2012 tidak terdapat titik api, sehingga ketebalan kabut asap yang kita lihat sekarang ini jelas merupakan kiriman dari daerah lain," ungkap Ardi Yusuf, Kabid Lingkungan BLH Inhil, Minggu (16/9).
Melihat kondisi cuaca seperti itu Dinas Kesehatan Inhil meminta masyarakat Inhil untuk selalu menggunakan masker yang telah dibagikan setiap keluar dari ruangan terutama ketika melakukan perjalanan dengan kendaraan roda dua.
"untuk meminimalisir terjadinya gangguan kesehatan masyarakat, kita meminta untuk selalu menggunakan masker, karena ketebalan kabut asap dinilai masih mengganggu," pinta Rasul Alim SKM, M, Kes, Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Minggu (16/9).
Pantauan di sekitar Kota Tembilahan, ketebalan kabut asap tersebut sangat terlihat, terutama di pagi hari, walaupun kemaren sudah terjadi hujan di Kota Tembilahan, namun ketebalan kabut asap masih terlihat dengan jelas.
"Kota Tembilahan saat ini memang dinilai rawan untuk penyebab radang tenggorokan, selain kabut asap yang masih tebal, sebagian jalan kota juga saat ini belum diperbaiki, sehingga pada kondisi cuaca panas, banyak debu bertebangan di sepanjang jalan," kata Bil, salah seorang warga kota yang ditemui. (fad)