Terkait Sengketa Lahan
Petani Desa Pancur Ancam Gelar Aksi di Lokasi
Rabu, 18/07/2012 - 05:28:22 WIB
TEMBILAHAN - Para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Selamat Desa Pancur akan menggelar aksi demonstrasi di lahan mereka yang diserobot dan dirusak PT Palma Satu.
Kabar ini disampaikan Ketua Gapoktan Selamat Desa Pancur, Ahmad Rizal Zuhdi. Menurutnya, Surat Pemberitahuan telah mereka sampaikan beberapa hari lalu kepada pihak Polres Inhil.
"Kami besok akan turun ke lokasi untuk menggelar unjuk rasa di lahan kami yang diserobot dan dirusak PT Palma Satu," ungkap Ketua Gapoktan Selamat, Ahmad Rizal Zuhdi, Selasa (17/7).
Adapun poin-poin yang akan mereka tuntut dalam aksi demonstrasi ini, yakni menuntut PT Palma Satu untuk menghentikan segala aktifitas alat beratnya di lahan masyarakat yang diserobot perusahaan sawit ini. Juga minta pihak perusahaan menarik seluruh alat beratnya keluar dari lokasi ini.
"Kita juga minta pihak PT Palma Satu dapat mengirim perwakilannya yang dapat mengambil keputusan terkait lahan kami yang mereka rampas ini," ujar Ahmad.
Sementara itu hari ini, Selasa (17/7) Unsur Pimpinan Kecamatan (UPIKA) Keritang mengadakan pengecekan di lokasi lahan miliki petani Desa Pancur yang diserbot dan dirusak PT Palma Satu.
Camat Keritang, Ahmad Ramani membenarkan bahwa saat ini mereka sedang berada di lokasi lahan yang diduduki PT Palma Satu. Pihaknya, ingin melihat sejauhmana kebenaran dan fakta yang terjadi di lapangan terkait permasalahan lahan ini.
"Kami saat ini berada di lokasi, untuk mengecek sejauh mana aktifitas PT Palma Satu di lapangan dan kebenaran laporan yang disampaikan petani Pancur," ungkap Camat Keritang, Ahmad Ramani kepada wartawan, Selasa (17/7).
Menurut Ramani, langkah ini juga dilakukan untuk mengecek keberadaan dan legalitas PT Palma Satu beroperasi di wilayahnya. Lanjutnya, hasil pertemuan dengan pihak Pemerintah Provinsi Riau dan melibatkan Pemkab Inhu tidak menemukan titik temu, karena saat itu pihak PT Palma Satu tidak datang.
"Perusahaan ini memang degil, tidak pernah mengindahkan teguran dari Pemkab dan DPRD Inhil," sebut Camat Keritang. (fad)