Disbudparpora Inhil Taja Ekspedisi Kepariwisataan
Senin, 16/07/2012 - 22:11:11 WIB
TEMBILAHAN - Dalam rangka pengembangan wisata unggulan 2013, Sabtu (14/7/12) Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Inhil menaja ‘Ekspedisi Kepariwisataan’ ke beberapa objek wisata unggulan di daerah-daerah di Inhil.
Rombongan Ekspedisi Kepariwisataan ini dipimpin langsung Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Inhil, Mukhtar T dan ikut juga Kepala Badan Penelitian dan Pembangunan (Bappeda) Inhil, Alvi Purwanti Alwie dan para staf dari kedua instansi ini.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Inhil, Muhktar T menyatakan bahwa memang Ekspedisi Kepariwisataan ini dilakukan dalam rangka menginventarisir dan mendokumentasi kembali objek wisata unggulan di Indragiri Hilir.
"Kegiatan Ekspedisi Kepariwisataan ini kita lakukan dalam rangka melakukan inventarisir dan pendataan kembali berbagai objek wisata unggulan di Indragiri Hilir untuk pengembangan wisata unggulan pada tahun 2013 mendatang," ungkap Kadis Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Disbudparpora) Inhil, Muhktar T.
Lanjutnya, pihaknya akan berupaya bagi mempromosikan berbagai objek wisata unggulan yang ada di Negeri Seribu Jembatan ini sehingga memiliki nilai jual bagi para wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Untuk juga terus dilakukan pembangunan dan pembenahan infrastruktur penunjang menuju destinasi wisata tersebut, tentunya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
"Kita juga memanfaatkan moment PON XVIII mendatang bagi mempromosikan objek-objek wisata unggulan yang ada di Inhil bagi para atlet dan offisial yang akan datang ke Inhil nantinya," sebut Mukhtar.
Di bawah guyuran hujan, dua buah speedboat rombongan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Inhil bertolak dari pelabuhan RSUD Puri Husada Tembilahan menuju destinasi pertama di Pantai Solop, Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah.
Di pantai yang populer berkait lagu zapin 'Pantai Solop' yang dinyanyikan Gubri Rusli Zainal tersebut, rombongan Ekspedisi Kepariwisataan melakukan pendataan dan inventarisir serta mengambil photo pantai yang memiliki keunikan dengan pasir sersah (pasir dari pecahan kulit kerang dan binatang laut lainnya, red) tersebut.
"Indah juga pantai ini ya! Pasirnya juga unik, tidak seperti pasir di pantai lainnya," ujar Kepala Bappeda Inhil, Alvi Purwanti Alwie saat menikmati keindahan pantai ini.
Dari Pantai Solop, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Sembuang, Kecamatan Mandah, disini juga dilakukan pengambilan photo Klenteng Budi Dharma di seberang desa yang terkenal dengan Jerambang Beton terpanjang di Riau ini.
Terus dilanjutkan melakukan peninjauan dan melihat-lihat 'Rumah Kuning', di Kelurahan Khairiah Mandah, ini merupakan rumah peninggalan Belanda saat berkuasa di Kecamatan Mandah.
Rumah ini masih menyisakan bangunan lama yang dipertahankan dan sebagai cagar budaya. Saat ini biasanya rumah ini dipergunakan sebagai tempat menginap bagi tamu pejabat atau masyarakat biasa yang bermalam di Kelurahan Khairiah Mandah.
Di samping Jerambah Beton yang menghubung Kelurahan Khairiah Mandah dan Desa Sembuang tersebut terdapat ‘Pulau Meriam’ karena disana ditemukan empat buah meriam yang menghadap keempat mata angin, informasinya meriam ini merupakan peninggalan VOC Belanda.
"Meriam ini memang dari dulu letaknya menghadap keempat mata angin, dan bentuknya sama dengan yang terdapat di Pontianak, Kalimantan Barat," sebut Agus, pegawai Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Inhil kepada wartawan yang melakukan pengambilan gambar meriam tersebut.
Dalam ekspedisi ini juga dilakukan pendataan dan inventarisir serta inventarisir terhadap objek wisata unggulan yang terdapat di wilayah pesisir utara Inhil, yakni objek Wisata Tanjung Jungkir dan Danau Raja di Kecamatan Kateman, Desa Wisata Nelayan di Kecamatan Concong dan Wisata Religius Kompleks Pemakaman Syekh Abdurrahman Siddiq di Hidayat, Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra). (fad)