Titik Api di INhil Karena Faktor Membakar Lahan
Minggu, 24/06/2012 - 15:13:37 WIB
TEMBILAHAN - Hingga saat ini sebaran titik api atau hotspot yang ada di sejumlah daerah di Inhil sudah mencapai 14 titik api. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hilir menuding hotspot karena faktor membuka lahan dengan cara membakar.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil melalui Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf, kemarin.
"Sesuai data terakhir yang kita rangkum, ditemukan 14 titik api di Kabupaten Inhil. Titik api karena faktor kesengajaan, bukan karena pengaruh cuaca. Oleh karena itu, kita sudah melakukan teguran kepada masyarakat dan meminta pihak perusahaan untuk membantu memadamkan api," tutur Ardi Yusuf.
Dijelaskannya, titik api tersebut tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Inhil, yang didominasi oleh Kecamatan Tempuling sebanyak 6 titik api, yakni 2 titik api di Desa Mumpa dan selebihnya terdapat di Desa Harapan Jaya, Teluk Jira, Pekantua dan Kempas Jaya.
Kemudian, di Kecamatan Keritang juga terdapat 6 titik api, yang tersebar di Desa Kuala Keritang sebanyak 2 titik api dan selebihnya di Desa Teluk Kelasa, Kuala Lemang, Pasar Kembang dan Seberang Pebenaan.
"Sisanya, terdapat di Desa Sialang Panjang Kecamatan Tembilahan dan Desa Pengalihan Kecamatan Enok," terangnya.
Untuk diketahui, sebelumnya jumlah titik api di Kabupaten Inhil meningkat hingga mencapai 21 titik api, yang tersebar di beberapa wilayah hutan, diantaranya 6 titik api di Kecamatan Mandah, 2 titik api di Kecamatan Kateman, 1 titik api di Kecamatan Batang Tuaka, 2 titik api di Kecamatan GAS, 4 titik api di Kecamatan Tempuling, 5 titik api di Kecamatan Keritang dan 1 titik api di Kecamatan Reteh.
"Untuk itu, dalam upaya mengantisipasi terjadinya gangguan kesehatan, kita mengimbau masyarakat agar banyak mengkonsumsi air mineral dan vitamin. Kemudian, untuk para petani diharapkan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, karena dapat menyebabkan kemunculan titik api dank abut asap nantinya," imbuhnya. (fad)