Peringatan HLH dan Pencanangan Tahun Badak
Selasa, 19/06/2012 - 09:39:20 WIB
TEMBILAHAN - Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Pencanangan Tahun Badak Internasional menjadi tonggak sejarah kesadaran masyarakat dunia, tentang pentingnya komitmen, pandangan dan prinsip bersama, untuk secara kolektif melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup umat manusia, serta sepakat untuk melestarikan dan mencegah kepunahan badak yang hanya tersisa di 11 negara, termasuk Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Presiden, H Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati, H Rosman Malomo pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia, yang dirangkaikan dengan Pencanangan Tahun Badak Internasional Tahun 2012, di lapangan Upacara Kantor Bupati Tembilahan, Senin (18/6).
Kemudian, pada kesempatan itu, ia juga mengajak kepada segenap warga di seluruh tanah air untuk menanamkan arti penting kelestarian lingkungan hidup kepada keluarga dan anak-anak. Berikan penjelasan dan pencerahan untuk menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan sekitar.
"Kepada kalangan BUMN dan BUMD, saya mengajak untuk meningkatkan kualitas Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dengan masyarakat setempat," tuturnya.
Sementara itu, berkaitan dengan Tahun Badak Internasional, ia minta kepada Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, dan para Menteri terkait lainnya untuk menyukseskan Tahun Badak Internasional yang dicanangkan bersama tahun ini.
"Jadikan Tahun Badak Internasional sebagai momentum dan akses bagi peningkatan kerjasama internasional dalam pelestarian badak di negeri kita. Ajak masyarakat dan instansi terkait untuk menyukseskan Tahun Badak Internasional. Jadikan pelestarian badak, sebagai bagian dari pemantapan reputasi bangsa kita sebagai salah satu global leaders pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan," tambahnya.
Selanjutnya, ia juga menyatakan menyambut baik berbagai program inovatif yang ditujukan untuk mempercepat penurunan emisi Gas Rumah Kaca, baik melalui program Green Province, Taman Keanekaragaman Hayati, maupun pengelolaan gambut dan rehabilitasi pantai.
"Secara khusus kepada para gubernur, bupati dan walikota, mari kita tingkatkan pengelolaan pembangunan daerah berwawasan lingkungan. Berikan kontribusi konstruktif pada berbagai program nasional yang berwawasan lingkungan. Libatkan masyarakat dan kalangan dunia usaha untuk mengelola pembangunan yang berwawasan lingkungan. Budayakan kearifan lokal di wilayah saudara masing-masing," imbuhnya.
Adapun tema yang diangkat pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, sebagaimana ditetapkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP), adalah Green Economy, dengan pertanyaan kunci Does It Include You?. Dan untuk negara Indonesia, disesuaikan temanya menjadi "Ekonomi Hijau; Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan". (fad)