Yayasan Indragiri Ciptakan Kemandirian ABK
Rabu, 06/06/2012 - 08:44:32 WIB
TEMBILAHAN - Untuk memberikan informasi yang jelas kepada orang tua, masyarakat, pemerintah dan lembaga terkait akan pentingnya penanganan Anak Berkebutuhan Khusus, Yayasan Indragiri bekerjasama dengan Forum Komunitas Orang tua menggelar seminar, di Gedung Wanita, Jalan Soebrantas Tembilahan, Selasa (5/6).
Seminar yang mengangkat tema Menciptakan Kemandirian Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Dalam Mempersiapkan Masa Depan Melalui Strategi Pendidikan Yang Tepat, diikuti oleh ratusan peserta, terdiri dari sebagian Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) beserta orang tuanya dan guru-guru sekolah.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Indragiri, H Edy Syafwannur dalam sambutannya mengatakan, bahwa para ABK ini perlu mendapat bimbingan yang lebih dari anak-anak biasanya. Untuk itu, setiap sekolah harus memberikan perhatian khusus kepada para ABK.
"Anak-anak seperti ini perlu kita perhatikan secara lebih. Mereka memiliki kekurangan yang menyebabkan kebanyakan tidak bisa mandiri," tutur Edy Syafwannur.
Dikatakannya, dengan adanya pendidikan dapat mengajarkan kemandirian kepada ABK ini agar bisa menghadapi dilema kehidupan ini dengan tidak selalu bergantung kepada keluarganya.
"Harapan kita, kepada guru-guru yang disekolahnya terdapat ABK ini agar dapat memberikan perhatian yang lebih kepada mereka. Kemudian, kepada Sekolah Luar Biasa (SLB) tentu adalah merupakan harapan kita bersama dalam mendidik anak-anak kita ini," terangnya.
Selanjutnya, ia juga berharap agar sekolah-sekolah tidak mendiskriminasikan para ABK ini, karena sudah ada laporan dari orang tua ABK, bahwa sekolah-sekolah tidak mau menerima anak-anak mereka yang berkebutuhan khusus ini.
"Karena saya Ketua PGRI, ada laporan kepada saya tentang keluhan bahwa sekolah-sekolah tidak mau menerima ABK ini. Saya menghimbau kepada sekolah-sekolah untuk tidak mendiskriminasikan anak-anak kita ini," tambahnya.
Ketua Panitia, Sri Warningsih menjelaskan, bahwa saat ini ada 185 orang yang terdata oleh yayasan Indiragiri sebagai ABK. Dari 185 orang tersebut, "60 anak bersekolah di SLB dan 125 anak bersekolah di sekolah umum lainnya," katanya.
Dijelaskannya, tujuan dari seminar tersebut adalah untuk memberikan informasi yang jelas kepada orang tua, masyarakat, pemerintah dan lembaga terkait akan pentingnya penanganan ABK, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan yang benar tentang ABK, meningkatkan kepedulian terhadap ABK dan mencari jalan keluar kelanjutan pendidikan ABK.
Adapun narasumber yang memberikan materi dalam seminar tersebut, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Inhil, H Fauzar yang diwakili Edy Susrianto, Adi Tantowi, Sinta Primasara dan Dwi Ambarwati. (fad)