Diskop dan UKM Gelar Pelatihan,
Koperasi Tak Aktif, Perlu Pembinaan Intensif
Kamis, 10/05/2012 - 07:52:30 WIB
TEMBILAHAN - Pada akhir tahun 2011, jumlah Koperasi yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 495 Koperasi. Walaupun secara kuantitatif cukup besar, namun secara kualitatif dari jumlah tersebut banyak Koperasi belum dapat dikatakan sehat dan masih banyak Koperasi yang kurang aktif, yang masih perlu pembinaan secara intensif dan sungguh-sungguh.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati, H Indra M Adnan yang diwakili Staf Ahli Hukum Politik, Syar’I dalam sambutannya saat membuka pelatihan manajemen pengelolaan akuntansi Koperasi dan prinsip-prinsip perkoperasian se-Kabupaten Inhil, yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop dan UKM) Kabupaten Inhil, di Hotel Telaga Puri Tembilahan, Rabu (9/5).
Dikatakannya, tidak sehat atau kurang aktifnya Koperasi terutama disebabkan banyaknya kelompok masyarakat yang mendirikan Koperasi hanya mengharapkan atau mengejar fasilitas dari pemerintah, bukan karena kesadaran akan arti dan manfaat dari Koperasi itu sendiri.
"Untuk itu, di masa yang akan datang kita berharap agar Koperasi yang akan direkomendasikan untuk di Badan Hukumkan benar-benar Koperasi yang tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri, maka perlu penyuluhan secara kontiniu dan terarah," tuturnya.
Selanjutnya, ia berharap kepada Widyaswara dan seluruh peserta pelatihan agar dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi penyusunan perencanaan pembangunan daerah ke depan, agar Koperasi dan UMKM di Kabupaten Inhil menjadi Koperasi yang sehat dan mendukung program pemerintah saat ini dalam pengentasan kemiskinan, kebodohan dan infrastruktur (K2I) khususnya dalam menunjang program suksesnya otonomi desa yang telah dicanangkan oleh Pemkab Inhil.
Kepala Diskop dan UKM Inhil, Mizwar Effendi dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya berencana akan membubarkan seluruh Koperasi yang sudah tidak aktif lagi dan mendata ulang Koperasi-Koperasi yang masih bisa terus dibina untuk peningkatan kualitas Koperasi di Kabupaten Inhil nantinya.
"Pada tahun 2013 mendatang, kita juga berencana akan memberikan reword atau penghargaan bagi Koperasi terbaik. Program ini dimaksudkan untuk terus merangsang dan menunjang pertumbuhan Koperasi yang sehat, serta mendorong terbentuknya Koperasi yang handal," tambahnya.
Adapun yang menjadi Widyaswara dalam pelatihan tersebut, yaitu H Yurnalis MM dan Ahmad Fauzi MM dari Balai Latihan Tenaga Kerja Koperasi (Balatkop) Provinsi Riau. Sedangkan peserta pelatihan adalah Koperasi yang telah dipilih dan ditetapkan dengan suatu keputusan setelah melakukan konsultasi dan koordinasi dengan bidang kelembagaan Koperasi, yaitu sebanyak 52 Koperasi se Kabupaten Inhil.
Dari jumlah peserta tersebut, untuk pelatihan manajemen dan pengelolaan akuntansi koperasi sebanyak 27 Koperasi, yang diikuti oleh Bendahara Koperasi. Sedangkan pelatihan prinsip-prinsip perkoperasian sebanyak 25 Koperasi, yang diikuti oleh Ketua atau Sekretaris Koperasi.(fad)