Disdik Harus Tingkatkan Kualitas Pendidikan Inhil
Rabu, 28/03/2012 - 16:14:01 WIB
TEMBILAHAN - Pergantian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir beberapa waktu dari Drs Anuar Nawang kepada H Fauzar SE, tentunya sebagai upaya penyegaran dan perbaikan kinerja SKPD yang dimaksud. Harapannya, Kadis yang baru mampu membuat inovasi dan terobosan baru dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Inhil.
Ungkapan itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV Mansun, terkait pendidikan di Inhil belum lama ini. Dijelaskannya, untuk peningkatan kualitas pendidikan memang bukan perkara mudah, karena banyak aspek yang meski diperhatikan. Dalam hearing yang kali lakukan beberapa waktu lalu, setidaknya ada 21 item yang harus diperhatikan untuk upaya kearah sana.
"Dalam hearing yang kita lakukan beberapa waktu lalu dengan Dinas Pendidikan Inhil kesimpulan yang didapat ada 21 item yang harus kita tempuh untuk peningkatan kualitas pendidikan di Inhil. Kita berharap Disdik dapat menjalankan apa yang telah dihasilkan dalam hearing tersebut," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Salah satu dari kesepakat tersebut adalah perbaikan infrastruktur pendidikan. Hal ini tentunya dianggap sangat penting, karena ruangan belajar yang baik dan representatif tentu akan memudahkan proses belajar mengajar yang dilaksanakan. Karena bagimanapun juga kondisi sekolah yang tidak layak, tentunya memberikan imbas kearah sana.
Tidak bisa difungkiri, sejauh ini cukup banyak gedung sekolah di Inhil yang kondisinya cukup memprihatinkan. Kita berharap, dengan bantuan dana DAK yang diperoleh Inhil, sarana dan prsarana pendidikan yang rusak, dapat diperbaiki demi kenyamanan aktivitas pembelajaran.
Selain itu tidak kalah pentingnya menurut Mansun, adalah peningkatan SDM guru itu sendiri. Sebab tantangan yang dihadapi dunia pendidikan dewasa ini semakin komplek. Guru, tentu dituntut untuk melakukan berbagai terobosan baru, sehinga mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan.
Ditambahkannya, penyebaran tenaga pendidik juga diharapkan merata hingga sampai kepelosok pedesaan. Sebab selama ini ada kesenjangan tenaga pendidik antara di pedesaan, Kecamatan dan ibu kota Kabupaten. Dimana tenaga pendidik lebih terpusat di Kabupaten dan Kecamatan, hingga didaerah terpencil tenaga guru sangat minim, hingga terkadang seorang guru meski memegang beberapa mata pelajaran bidang studi.
"Kita berharap kepada Kadisdik untuk mengatur penempatan guru hingga ke daerah terpencil. Apa perlu dana insentif guru untuk didaerah terpencil bisa ditambah. Hingga para guru memiliki motivasi dan mau ditugaskan didaerah terpencil dan tidak hanya minta ditugaskan di Kabupaten dan Kecamatan," katanya. (fad)