Terkait Hancurnya Jalan Kota
Peran: Kadis PU yang Baru Harus Bisa Menuntaskan
Minggu, 25/03/2012 - 15:24:18 WIB
TEMBILAHAN - Kondisi terkini sebagian besar ruas jalan dalam Kota Tembilahan semakin dikeluhkan warga kota. Pasalnya, pada musim hujan sekarang ini aktivitas warga sudah sangat terganggu dengan keadaan jalan-jalan kota yang berlubang-lubang.
Memasuki tahun anggaran 2012, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Inhil juga dipimpin wajah baru, yakni HT Edy Efrizal yang masuk menggantikan posisi Ir HM Nasir, sehingga sangat diharapkan mampu mengatasi persoalan kondisi jalan kota yang semakin parah.
"Kondisi jalan-jalan kita di dalam kota dinilai sangat memprihatinkan, untuk itu kepada satuan kerja Pemkab Inhil yang membidangi masalah ini, bisa menuntaskannya pada tahun anggaran 2012 ini, sebab kondisi itu sudah sangat mengganggu aktivitas warga kota," kata Firmansyah, Ketua LSM Peduli Anak Negeri (Peran) Inhil, Minggu (25/3).
Menurutnya, selain memperbaiki kondisi jalan yang sudah rusak, PU bersama dinas terkait lainnya juga harus bisa meminimalisir penyebab kerusakan jalan kota yang notabenenya berada di tanah yang labil.
"Pemkab Inhil dalam hal ini yang membidangi jalan dan transportasi harus bertanggung jawab penuh dengan kerusakan jalan, keputusan yang diambil hendaknya betul-betul untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. Belakang ini sudah sangat banyak aktivitas truk yang di luar kemampuan jalan yang masuk dengan leluasa ke dalam kota, sehingga menambah parah kondisi jalan," tegas Firmansyah.
Untuk diketahui, saat ini jalan yang dalam kondisi rusak parah, baik karena aktivitas di luar batas maupun upaya perbaikan yang tidak tuntas tersebut adalah jalan dari Rumbai Jaya sampai ke Kota Tembilahan, yakni sebagian besar jalan Telaga Biru, jalan Baharuddin Yusuf, jalan Pendidikan, jalan Gerilya, jalan Subrantas, jalan Kpt Mukhtar dan Sudirman Ujung.
"Saya pikir APBD yang dimiliki Inhil sudah sangat besar, tinggal kemauan dari pemimpin saja lagi, sebab banyak juga daerah yang tidak punya APBD sebesar Inhil, namun persoalan seperti ini bisa mereka tuntaskan, karena manyangkut kepentingan masyarakat luas, tidak seperti Inhil yang bisa bertahun-tahun dalam kondisi tersebut," ujar Firman.(fad)