Tekan Kematian Ibu Dan Bayi
Dinkes Tingkatkan Kerjasama Bidan Dan Dukun
Minggu, 11/03/2012 - 15:00:43 WIB
 |
|
| dinas kesehatan inhil |
TEMBILAHAN - Angka Kematian ibu dan bayi saat proses persalinan sejauh ini masih sangat tinggi di Kabupaten Indragiri Hilir, sehingga diperlukan langkah-langkah khusus dalam menguranginya.
Topografi Inhil yang cukup sulit merupakan salah satu penyebab masih beresiko tingginya proses persalinan yang dilakukan, terutama sekali bagi warga yang berdomisili di desa yang jauh dari pusat layanan kesehatan, sehingga masih mengandalkan keberadaan seorang dukun-dukun persalinan desa.
"Masih banyaknza warga kita yang melakukan proses persalinan dengan menggunakan jasa dukun, terutama mereka yang tinggal jauh di pelosok desa membuat resiko kematian ibu dan bayi saat persalinan sangat tinggi. Untuk menekan hal tersebut Dinkes pada tahun 2012 ini meningkatkan upaya kerjasama antara bidan dan dukun di desa dengan sesering mungkin melakukan sosialisasi ilmu kebidanan, khususnya untuk para dukun," ungkap Kadinkes Inhil, Rasul Alim, SKM MKes, Minggu (11/3).
Memberikan pemahaman yang lebih kepada para dukun seputar ilmu kebidanan dipandang sebagai salah satu cara untuk menekan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan, karena dari penilaian selama ini karena kurangnya antisipasi yang dimiliki oleh para dukun dalam membantu proses persallinan tersebutlah yang menyebabkan rawannya proses persalinanm, disamping sebab lain seperti kurang biaya yang dimiliki warga.
"Pada tahun lalu jumlah angka kematian ibu saat melahirkan mencapai 37 orang dan kematian bayi 156 dari 15 ribu kelahiran. Dimana angka itu diperkirakan terjadi karena tiga factor utama yakni, kurangnya ilmu untuk antisipasi penyulit kelahiran, terlambat dapat pertolongan dan terlambat dibawa ke pos kesehatan," jelas Rasul.
Ketiga hal di atas menurut Rasul merupakan poin yang menjadi pokok dari sosialisasi yang dilakukan Dinkes terhadap para dukun, sebab jika warga yang jauh dari bidan dan pos kesehatan, tentu hanya mengandalkan dukun, untuk itu dukun harus tahu sedikit banyaknya tentang ilmu kebidanan, khususnya yang berkaitan dengan kemungkinan adanya kesulitan, hingga bisa diantisipasi lebih dini.
"Mulai tahun ini kita setiap bulannya, melalui Puskesmas di kecamatan akan mengadakan sosialisasi ini, dimana selain memberikan ilmu kebidanan kepada dukun, upaya peningkatan kerjasama antara bidan dan dukun juga menjadi penekanan, artinya mereka di desa harus bisa saling mengisi dalam membantu proses persalinan," tukas Rasul Alim.(fad)