Musim Hujan, Masyarakat Perlu Waspadai Wabah DBD
Senin, 05/03/2012 - 17:58:33 WIB
TEMBILAHAN - Perubahan cuaca yang terjadi pada awal bulan Maret 2012 ini, besar kemungkinan dapat menyebabkan peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indragiri Hilir di karenakan perubahan siklus cuaca dan meningkat nya curah hujan, dampak dari tinggi nya curah hujan itulah akan menyebabkan beberapa daerah akan tergenang air,akan mudah perkembang Nyamuk yang membawa virus DBD tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Rasul Alim mengungkapkan dan sekaligus mengingatkan kepada warga agar lebih jeli melihat perubahan cuaca pada bulan ini (Maret,red), minimnya tingkat kesadaran warga akan berakibat fatal, karena lalai memperhatikan kondisi lingkungan saja akan menyebabkan terjadi wabah DBD di suatu daerah.
"Langkah antisipasi sebenarnya lebih diperlukan dari pada tindakan pencegahan yang akan di lakukan oleh Diskes sendiri, karena jika tindakan lebih di utamakan kasus DBD secara sendiri akan dapat di cegah, bahakan tidak akan terjadi. Selama ini kepedulian warga melakukan tindakan sangat minim sekali, di samping itu peran Diskes juga pasti ada untuk meminimalisir kejadian ini jika memang diperlukan, salah satunya dengan melakukan tindakan Fogging (pengasapan,red)," ujar Kadis.
Fogging juga bukan langkah pertama yang dapat mencegah terjadi wabah ini, karena Fogging hanya tindakan pencegahan saja, dan hanya memutus mata rantai nyamuk dewasa saja, sedangkan jentik-jentik yang belum menetas akan kembali menjadi nyamuk dewasa.
Fogging bukan solusi, karena Diskes hanya akan memberikan sekali saja, dan akan di ulang kembali jika masih ada kasus di daerah target. Tindakan ini pun akan di lakukan Diskes jika ada kausus DBD yang memang positif, jika kasus tidak positif dan hanya demam biasa saja, fogging belum akan di lakukan.
Bukan tidak mungkin jika warga akan salah faham, jika Diskes belum melakukan fogging di derah yang ada kasus DBD, bisa jadi kasus itu tidak negative. Ini lah salah satu penyebeb mengapa Diskes tidak melakukan fogging pada darah yang terjadi kasus, penyebabnya jika hanya kasus saja, belum tentu positif dan tidak akan di lakukan fogging. Kita semua tahu bahwa anggaran untuk satu kali fogging sangat mahal, dengan demikian daerah kasus harus benar-benar positif.
Dikatakan Kadiskes lagi, warga tidak perlu ragu dengan kinerja Diskes, karena selama ini jika memang di temukan kasus DBD yang positif pasti akan di lakukan fogging. Masyarakat juga perlu memberikan informasi ini, karena tidak semua daerah yang terpantau oleh Diskes, jika kerja sama dari masyarakat ini bisa di lakukan, Diskes yakin akan dapat memberikan bantuan dengan melakukan fogging di daerah yang di tengarai telah terjadi kasus DBD positif," tegasnya.(fad)