Ponpes Benteng Moral Umat
Pemerintah Diharapkan Beri Perhatian Pada Ponpes
Kamis, 23/02/2012 - 19:25:16 WIB
TEMBILAHAN - Pondok Pesantren (Ponpes) merupakan benteng moral umat dari pengaruh perbuatan munkar. Ponpes juga berperan besar membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa. Maka, selayaknyalah pemerintah dapat memberi perhatian bagi berlangsungnya lembaga pendidikan agama ini.
Hal ini dikemukakan KH Fazan Azhim, pengurus Ponpes Darul Ghina, Jakarta Selatan saat memberikan tausiyahnya dihadapan ribuan kaum muslim dan santri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H di Ponpes Assalafi Al Islami Al Baqiyatus Sa'adiyah Parit 6 Tembilahan Hulu, Kamis (23/2).
"Pondok Pesantren merupakan benteng moral umat dari perbuatan yang munkar dan melahirkan generasi muda yang memiliki pengetahuan dan akhlak yang mulia," sebutnya.
Lanjutnya, keberadaan Ponpes dan santrinya membawa pencerahan dan benteng bagi umat dari melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum syari'at dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Hal ini tentu saja membantu pihak pemerintah, khususnya aparat kepolisian dalam menciptakan suasana keamanan dan ketertiban," tandasnya.
Untuk itu, beliau berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan pendanaan bagi kelangsungan kependidikan di Ponpes, karena keberadaannya sangat membantu pemerintah, terutama di bidang pendidikan.
Sementara itu pengasuh Ponpes Assalafi Al Islami Al Baqiyatus Sa'adiyah, KH Muis Kurnain menyatakan bahwa saat ini jumlah santri di Ponpes ini sekitar 600 santri yang mendalami berbagai ilmu agama. Saat pertama kali berdiri tahun 2000 jumlah santrinya hanya 11 orang.
"Kita juga terus melakukan pembangunan ruang belajar dan fasilitasbangunan lainnya secara swadaya dengan bantuan orang tua santri,"imbuhnya.
Terangnya, walaupun dengan pendanaan yang minim bagi membiayai tenaga pengajar dan melakukan pembangunan fasilitas Ponpes, namun pihaknya tetap berjuang di bidang pendidikan umat.
Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, dihadiri juga pengasuh Ponpes Darul Ghina, Jakarta Selatan, KH Ghazali Mushannif, para tenaga pengajar Ponpes Assalafi Al Islami Al Baqiyatus Sa'adiyah, unsur Upika Kecamatan Tembilahan Hulu, tokoh agama dan masyarakat. (fad)