UED SP Dibutuhkan Warga Desa
Jumat, 10/05/2013 - 09:07:26 WIB
TEMBILAHAN - Terus tumbuh dan berkembangnya Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam di Kabupaten Inhil mengindikasikan tingginya rasa memiliki warga atas pemberdayaan ekonomi serta tingginya rasa tanggungjawab warga.
Hal itu didukung dengan semakin dibutuhkannya program tersebut di pedesaan. Kendati ada tunggakan, namun jumlahnya tidak sampai mengganggu kinerja dari organisasi tersebut. Ditambah lagi dengan pola pertanggungjawaban yang dilakukan secara terbuka. Ini menambah warga desa kian bertanggungjawab.
"Pola pertanggungjawaban yang dilakukan secara terbuka di tengah warga ini sangat bagus. Semua bisa mengetahui bagaimana pengelolaan keuangannya," tutur Bupati, H Indra M Adnan.
Selanjutnya, organisasi lainnya diminta orang nomor satu di Kabupaten Inhil itu untuk berani meniru apa yang sudah dilakukan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) tersebut, agar tidak ada kecurigaan dan semuanya dilakukan secara transfaran.
Sehingga, warga lain yang menjadi pemanfaat pun tergerak bertanggungjawab atas pinjamannya. Pasalnya, sukses tidaknya dinamika organisasi mereka juga tergantung dengan keseriusan mereka tersebut.
Khusus UED SP di Inhil, seluruh pertanggungjawaban dilakukan pada akhir tahun. Dilakukan ditengah masyarakat dengan mengundang segenap warga di desa bersangkutan. Apa saja yang sudah dilakukan, bagaimana pengelolaan keuangan disampaikan secara terbuka.
"Jika ada penyimpangan, tentu akan diketahui oleh seluruh warga. Ini jelas membuat warga kita belajar bertanggungjawab atas amanah yang sudah diberikan," terang Bupati, Indra.
Ditambahkannya, dari laporan yang disampaikan kepada pihaknya, rata-rata UED SP yang ada di Kabupaten Inhil sudah berkembang dengan baik. Apabila ada tunggakan, hal itu harus disikapi secara bijak oleh pengurusnya.
"Yang terpenting adalah hadirnya pemberdayaan ekonomi desa dapat memberikan dampak positif dalam memberdayakan masyarakat," imbuhnya. (adv/humas)