Pemkab Inhil Prioritaskan Pemberdayaan Desa
Kamis, 25/04/2013 - 09:36:27 WIB
TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir senantiasa memprioritaskan pemberdayaan desa. Hal itu sudah menjadi komitmen Bupati, Dr H Indra M Adnan sejak awal kepemimpinannya. Komitmen itu sebagai bentuk ekstraksi seluruh program yang sudah dilaksanakan sebelumnya.
Oleh karena itu, apapun jenis program yang sifatnya menunjang pemberdayaan selalu ditempatkan pada desa, tidak pada kecamatan atau kabupaten. Pasalnya, dampak pemberdayaan tersebut langsung memberikan kontribusi pada penurunan angka kemiskinan.
Penerapan program pemberdayaan desa tersebut dilaksanakan sejak Bupati melihat langsung kondisi di lapangan. Dimana, anggaran yang tersedia sangat kecil, sedangkan wilayah sangat luas dan jumlah penduduk juga besar, ini tentunya memunculkan beragam persoalan.
"Karena itu, setelah dilantik sebagai Bupati, saya harus memutar otak bagaimana caranya membangun daerah ini. Program apa yang semestinya dilaksanakan untuk menyikapi terbatasnya anggaran," tutur Bupati Indra.
Ditegaskan Bupati, sejak dari awal ia bertekad membangun kampung halaman dengan program yang tepat. Dimana, sebagai orang Inhil, dia sangat terpanggil untuk membangun daerah ini. Karena itulah, dia langsung berkeliling dari satu desa ke desa lainnya, dan terkadang harus bermalam pada desa yang tidak mempunyai jaringan listrik, serta minim sarana penunjang lainnya.
"Setelah melalui berbagai penelitian langsung itu. Kita rancang program yang sifatnya memberi stimulasi kepada desa. Dengan menempatkan mereka sebagai subjek dari pembangunan," terang Bupati.
Pemberdayaan tersebut terus menjadi program utama Inhil dan terus pula mendapatkan dukungan penuh warga. Namun demikian, harus pula diakui, masih banyak pihak yang belum mengerti benar dengan program tersebut, serta hanya mengetahui secara sepotong.
Sementara, di lapangan semua desa secara tegas menyatakan menolak penuh apabila program pemberdayaan yang sudah dilaksanakan itu dihentikan.
"Program itu sangat dibutuhkan masyarakat. Kami semua tidak mau jika program ini tidak dilanjutkan," kata Kepala Desa Kuala Patah Parang, Azhari HS. (fad)