Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir - Negeri Seribu Jembatan - Menuju Inhil Berjaya dan Gemilang 2025
 
Aktivitas Perusahaan Perkebunan Dan HTI
Inhil Hanya Kebagian Susah dan Sengketa
Sabtu, 13/04/2013 - 09:46:45 WIB
 
TEMBILAHAN - Perusahaan yang bergerak pada bidang kehutanan dan perkebunan yang beroperasi di Indragiri Hilir selama ini dinilai belum ada memberikan kontribusi dan pembinaan yang konstruktif terhadap warga desa di wilayah operasionalnya, hingga masyarakat terdesak secara ekonomi.

"Kita mengharapkan pemerintah daerah serius memperhatikan ada tidaknya kontribusi perusahaan kehutanan dan perkebunan di Inhil bagi kepentingan masyarakat sekitar, sejauh pantauan kami, beroperasinya perusahaan justru menutup akses mata pencaharian masyarakat sekitar hutan, karena saat ini mereka membuka lahan sulit karena semua lahan sudah dikuasai perusahaan," ungkap Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Bangun Desa Payung Negeri (LSM BDPN) Inhil, Zainal Arifin, Jumat (12/4).

Disebutkannya, sekarang banyak areal hutan yang selama ini adalah tempat bergantungnya masyarakat dalam mencari kehidupan, telah dikuasai perusahaan kayu, seperti Gugusan Tempuling dan sebagian GAS serta Gaung dikuasai PT. Sumatera Riang Lestari SRL), Gugusan Gaung Anak Serka (GAS) dan Gaung dikuasai PT. Bina Duta Lakasana (PT. BDL) dan Gugusan Inhil Utara dikuasai PT. Mutiara Sabuk Khatulistiwa (PT. MSK).

"Selama ini pihak perusahaan tidak pernah secara jelas memperlihatkan kawasan bupper zone (penyangga). Padahal, kawasan ini menjadi kawasan ekonomi bermanfaat bagi penduduk di sekitar kawasan perusahaan, apalagi program yang sudah jelas wajib dilaksanakan perusahaan seperti CD, sejauh ini juga tidak berjalan sebagaimana mestinya," sebut Zainal.

Zainal juga mengatakan bahwa kalaupun ada pihak perusahaan merealisasikan kawasan areal tanaman kehidupan, itu adalah lahan yang sudah tidak produktif lagi, sehingga tidak bisa dimanfaatkan secara utuh oleh masyarakat tempatan.

Selain itu, karena minimnya pemberdayaan dan perhatian pihak perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasionalnya, yang tercipta hanya konflik antara masyarakat dan perusahaan dengan intensitasnya cukup tinggi. Hingga yang terbaik yang harus dilakukan pemerintah adalah mengambil sikap tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak menjalankan program yang sudah jelas diwajibkan kepada mereka.

"Ke depan, hendaknya pengambil kebijakan kita lebih fokus dan meningkatkan kepedulian terhadap hal tersebut, untuk masyarakat Inhil lebih baik," pinta Zainal. (fad)
 

Selasa, 17/12/2013 - 22:28:19 WIB
DWP Harus Ikut Serta Sukseskan Program Pemerintah

Senin, 16/12/2013 - 23:28:56 WIB
TPP Insel Temui Kabag Tapem dan DPRD Riau

Senin, 16/12/2013 - 23:24:28 WIB
Bupati Canangkan Penanaman Satu Milyar Pohon

Sabtu, 14/12/2013 - 21:12:17 WIB
Bupati Canangkan Gerakan Jum'at Bersih

Kamis, 12/12/2013 - 23:41:05 WIB
Bupati Komit Kembalikan Tembilahan Menjadi Kota IBADAH

Rabu, 11/12/2013 - 09:25:32 WIB
Insel Mulai Nampak Titik Terang

Selasa, 10/12/2013 - 22:48:11 WIB
BP3AKB Inhil Gelar Pelatihan Tata Rias Kecantikan

Senin, 09/12/2013 - 16:35:01 WIB
Disporabudpar Gelar Workshop Seni Tari dan Musik

Minggu, 08/12/2013 - 18:33:55 WIB
Setiap Warga Negara Berhak Dapat Akses Informasi Publik

Sabtu, 07/12/2013 - 14:30:21 WIB
Ibukota Kecamatan di Inhil Harus Miliki Jalan Memadai

Jumat, 06/12/2013 - 14:52:25 WIB
Bupati Silaturahmi dengan Pedagang Kakilima dan Tukang Parkir

Kamis, 05/12/2013 - 19:19:32 WIB
Bupati Inhil Tinjau Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Rabu, 04/12/2013 - 22:12:56 WIB
Wabup Buka Pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa

Rabu, 04/12/2013 - 22:11:05 WIB
40 Gapoktan Ikuti Pelatihan Penggunaan Dana BLM-PUAP

Rabu, 04/12/2013 - 22:07:52 WIB
Kades Dituntut Rp1 Miliar oleh Warganya

 
HOME | UTAMA | INDEX BERITA INHIL
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2012