Jalan Keritang - Selensen Rusak Parah
Minggu, 12/02/2012 - 19:30:05 WIB
 |
|
| jalan-rusak |
TEMBILAHAN – Jalan provinsi yang menghubungkan Kota Baru kecamatan Keritang dengan Selensen kecamatan Kemuning membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Riau maupun Kabupaten Indragiri Hilir.
Jalan sepanjang 35 kilometer yang menjadi urat nadi transportasi yang menghubungkan kedua kecamatan itu kini kondisinya rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Hal itu mengakibatkan masyarakat didaerah itu yang sebagain besar berkebun sawit kesulitan untuk mengeluarkan hasil kebun.
Hal itu membuat harga jual sawit milik masyarakat turun drastis karena untuk mengeluarkan hasil kebun, dibutuhkan biaya cukup besar untuk melangsir menggunakan sepeda motor.
"Kita meminta kepada Pemerintah untuk memberikan perhatian dengan membangun akses Jalan Kota Baru Selensen ini," kata Kades pasar Kembang, kecamatan Keritang, Yahya.
Dia menyebutkan, kondisi jalan Kota Baru menuju Sekensen sepanjang lebih kurang 35 kilometer itu sulit dilewati kendaraan dan berlumpur, jangankan mobil, sepeda motor pun harus berhati hati melewati jalan itu. Dampak nyata yang diderita masyarakat di daerah itu ialah kesulitan dalam mengeluarkan hasil perkebunan sawit.
"Sekarang harga sawit turun 50 persen di daerah ini, dari biasanya Rp.1.200/kg, kini menjadi Rp.600 /kg, belum lagi upah langsir menggunakan sepeda motor dari kebun ke Jalan Raya, kalaun kondisinya seperti ini terus, kapan Inhil bagian Selata ini akan maju," keluh Yahya yang mengaku seumur umur belum pernah menikmati jalan bagus di daerah itu.
Hal ini diperkuat pernyataan anggota DPRD Inhil, Mansun yang mendesak Pemprov Riau dan Pemkab Inhil segera menjadikan pembangunan jalan Kota Baru – Selensen sebagai salah satu prioritas pembangunan. Karena dampak kerusakan jalan sangat diraskan oleh masyarakat di daerah itu.
"Bukan hanya Pemprov, namun Pemkab Inhil melaui Dinas PU kita minta melihat kondisi jalan Kota Baru-Selensen, karena Jalan ini kebutuhan vital masyarakat untuk mengeluarkan hasil kebun dan pertaniannya. Dulu masih mending jalan ini bisa dilewati mobuil, kalau sekarang tidak bisa lagi," tegas Mansun.(fad)