Masyarakat Diimbau Tidak Bakar Lahan
Kamis, 21/03/2013 - 09:43:21 WIB
TEMBILAHAN - Masyarakat Kabupaten Inhil diimbau agar tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan, baik itu untuk membuka lahan baru ataupun membersihkan lahannya. Sebab, dampak yang akan timbul nantinya sangat besar, seperti terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil, Darussalam melalui Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan, Ardhi Yusuf terkait semakin meningkatnya jumlah hotspot (titik api) yang ditemukan dibeberapa wilayah di Kabupaten Inhil.
Dikatakannya, berdasarkan pantauan Satelit National Oceanic and Atmospheric (NOAA) 18 pada Selasa (19/3) kemarin, jumlah titik api yang ditemukan di Kabupaten Inhil kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni mencapai 26 titik api.
"Jumlah ini sangat jauh meningkat jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, yang hanya ditemukan 13 titik api, di delapan kecamatan di Kabupaten Inhil," tutur Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan, Ardhi Yusuf, Rabu (20/3).
Dijelaskan Ardhi, munculnya titik api tersebut dikarenakan kebakaran hutan dan lahan yang kebanyakan dilakukan secara sengaja oleh masyarakat. Oleh karena itu, kondisi tersebut harus segera diantisipasi oleh semua pihak, terutama masyarakat setempat. Sehingga titik api yang ditemukan saat ini dapat segera diminimalisir, agar tidak semakin meningkat jumlahnya.
"Untuk mengantisipasi meningkatnya titik api ini, kita juga telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, yang salah satunya dengan memberikan imbauan kepada masyarakat yang berkebun dan berladang, untuk tidak melakukan pembakaran lahan, sebab resiko yang ditimbulkan sangat besar," terangnya.
Adapun wilayah yang paling banyak ditemukan titik api, yaitu di Kecamatan Gaung dan Tempuling, yang masing-masingnya terdapat 5 titik api. Kemudian, disusul Kecamatan Pelangiran, Mandah dan Batang Tuaka, dengan 3 titik api di masing-masing wilayah.
Selanjutnya, di Kecamatan Gaung Anak Serka sebanyak 2 titik api. Dan, di Kecamatan Pulau Burung, Kateman, Kempas, Keritang, serta Kemuning, yang masing-masingnya ditemukan 1 titik api. (fad)