Warga Concong Dambakan Pelabuhan yang Representatif
Kamis, 09/02/2012 - 13:42:22 WIB
 |
|
| pelabuhan kayu |
TEMBILAHAN - Warga Kecamatan Concong Kabupaten Indragiri Hilir membutuhkan pelabuhan baru yang representatif. Diketahui, pelabuhan yang hanya satu yang terbuat dari kayu dan papan dinilai tidak lagi memadai untuk aktifitas turun-naik penumpang dan bongkar-muat barang.
Husein, warga Desa Concong Luar Kecamatan Concong, mengatakan hampir setiap hari pelabuhan yang ada di daerah tersebut dipenuhi oleh para penumpang speed boat, baik yang akan berangkat dari Concong menuju ke Kota Tembilahan maupun ke Tanjung Balai Karimun dan Batam.
"Kondisi pelabuhan itu sebenarnya sudah tidak layak lagi, karena disamping ukurannya kecil juga hanya berbentuk seperti pelantaran yang terbuat dari kayu dan papan, serta tidak ada pengaman baik disisi kiri maupun kanannya. Jadi sangat membahayakan bagi warga yang menggunakan pelabuhan itu, apalagi jika penumpangnya ramai dan berdesak-desakkan," tutur Husein.
Sementara itu, Kepala Desa Concong Luar Kecamatan Concong, Ahmad Bahrin saat dikonfirmasi membenarkan kondisi pelabuhan yang ada di daerah tersebut sudah selayaknya mendapatkan pelabuhan baru dan dibangun secara permanen, karena mengingat Concong merupakan Kecamatan yang berbatasan dengan Batam, Tanjung Balai Karimun dan negara tetangga seperti Singapura.
"Sudah sewajarnya Concong yang merupakan Ibukota Kecamatan mempunyai pelabuhan yang layak dan sesuai standar, seperti pelabuhan yang ada di kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Inhil," terang Bahrin sapaan akrabnya.
Apalagi, lanjut Bahrin, sudah cukup lama kondisi pelabuhan tersebut seperti itu. Padahal, dalam setiap hari setidaknya puluhan penumpang speed boat menggunakan pelabuhan satu-satunya di Kecamatan Concong, baik yang berangkat dari Concong menuju ke daerah lain ataupun sebaliknya. Belum lagi aktifitas bongkar-muat barang yang juga menggunakan pelabuhan berukuran kecil itu.
"Seharusnya di kecamatan sudah ada pelabuhan yang khusus diperuntukan bagi aktifitas turun-naik penumpang dan tidak disatukan dengan pelabuhan tempat bongkar-muat barang," imbuhnya.(fad)