Objek Wisata Sampan Leper Direlokasi Ke Kuala Getek
Senin, 06/02/2012 - 08:13:50 WIB
 |
|
| jembatan rumbai |
TEMBILAHAN - Objek wisata lama Sampan Leper yang sebelumnya terdapat di Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan direncanakan akan direlokasi ke Kuala Getek, Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan.
Untuk prosesnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Pemuda Olahaga Budaya dan Pariwisata Inhil sudah melakukan shering kegiatan dan akan segera membangun fasiltas lain pada tahun 2012 ini yang mana akan disejalankan dengan pelaknsanaan Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Guna mendukung itu semua, kita sudah membangun jerambah turun ke lokasi objek wisata Sampan Leper sepanjang 261 meter melalui APBD Provinsi Riau pada tahun 2011 kemarin," ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahaga Budaya dan Pariwisata Inhil, H Muktar T, kemarin.
Dia menjelaskan beberapa keunikan wisata tersebut adalah, antara lain kemampuan SDM menggerakan sampan leper di pantai. Meski tidak berjalan di atas air sampan leper, kata Muktar mampu berjalan diatas pantai dan lumpur sebagai mana umumnya sampan-sampan lain yang berjalan diatas pantai.
"Kita akan mengembangkan objek wisata ini. Walapun sudah ada beberapa fasilitas seperti jerambah yang dibangun melalui APBD Riau, kita juga sedang mengupayakan pembangunan bebarap fasiltas pendukung lainya yang menggunakan APBD Inhil," terang mantan Kepala Badan Penyuluhan Inhil itu.
Muktar juga menceritakan sejarah singkat lahirnya Sampan Leler itu. Dulu katanya, di kawasan Pekan Arba merupakan tempat rekreasi bagi mayarakat Kota Tembilahan, karena lokasinya ini berdekatan dengan Kota Tembilahan. Kawasan ini terdapat dipinggir Sungai Batang Sebatu yang dari tahun ketahun mengalami pendangkalan dan mengakibatkan hubungan/transportasi antara Pekan Arba dengan desa-desa seberangnya menjadi sulit.
"Karens sulitnya hubungan ini, maka masyarakat berusaha mengatasinya dengan membuat sampan atau perahu yang berbentuk leper atau rata dibagian bawahnya dan dapat berjalan serta meluncur di pantai lumpur maupun diatas air, sehingga sampai sekarang dijadikan sebagai alat transportasi di kawasan ini," tukasnya.(fad)