Terkait Hancurnya Jalan Lintas Samudra
Komisi III: Perbaikan Jalan Oleh PT RBH Tak Sesuai Teknis
Kamis, 02/02/2012 - 09:03:07 WIB
 |
|
| riau baraharum |
TEMBILAHAN - Komisi III DPRD Inhil menilai bahwa apa yang telah pernah dilakukan PT Riau Bara Harum (PT RBH) dalam memperbaiki jalan lintas samudra yang hancur akibat lalu lalang truk batu baranya dinilai belum bahkan tidak memenuhi teknis yang seharusnya.
"Apa yang dilakukan PT RBH dalam memperbaiki jalan rusak tersebut saya nilai tidak sesuai teknis yang ada, sehingga menimbulkan permasalahan baru, karea lendutan jalana semakain parah, “ungkap Ir Feriyandi, anggota Komisi III DPRD Inhil.
Jelasnya, memang sudah ada beberapa kilometer jalan yang diperbaiki PT RBH, namu mereka melakukan kesalaha yang dinilai lebih parah, karena jalan yang berlibang besar tersebut mereka timbun langsung dengan batu besar kemudian baru mereka lakukan penimbunan dan pengaspalan, sehingga kondisinya semakin bergelombang.
Dengan kejadian itu, menurut Feriyandi jangankan bagian atas dari jalan, struktur utama jalan tersebut juga akana ikuta rusak parah, sehingga akan lebih memperparah keadaan dan juga akan menimbulkan banyak biaya dalam perbaikan.
"Terus terang saja, saya yang sudah memahami tentang hal ini melihat bahwa apa yang dilakukan PT RBH ini jelas sudah menyalahi teknis perbaikan jalan yang seharusnya, mereka hanya memikirkan untuk waktu sesaat dengan memasukkan batu besar ke lubang yang ada, pokoknya apa yanga mereka akerjakan sudah salah secara teknis," tukas Feriyandi.
Seperti diketahui, dari laporan yang banyak di terima DPRD dan Pemkab Inhil dari masyarakat serta ungkapan yang disampaikan para mahasiswa Keritang pada demo kemaren, saat ini jalan lintas amudra memang semakin parah, dan diperparah lagi karena jalan semakin bergelombang karena PT RBh memasukkan batu besar pada setiap lubang yang ada.
"Kalau mobil truk sebesar yang mereka miliki, mungkin masih aman untuk melalui jalan tersebut, namun aktivitas masyarakat sehari-hari jelas tidak menggunakan hal itu, sehingga terasa sangat menyusahkan, belum lagi debu yang sangat tebal, membuat kesehatan warga ekitar sudah terganggu," kata Supriyadi, Ketua Himpunan Mahasiswa Keritang.(fad)