Peruntukan Dana Proyek Multi Akan Diseleksi Ketat
Selasa, 31/01/2012 - 19:12:55 WIB
TEMBILAHAN – Berdasarkan hasil pekerjaan fisik tahun 2011 yang dinilai DPRD terlalu banyak yang tidak sesuai progresnya sampai akhir tahun anggaran, menjadikan acuan bagi DPRD Inhil, khususnya Badan Anggaran (Banggar) dalam menyetujui peruntukan dana proyek fisik yang diusulkan Pemkab Inhil.
"Kawan-kawan yang ada di Komisi-komisi saat ini berpandangan bahwa peruntukan anggaran proyek fisik akan lebih diutamakan kepada pekerjaan yang progresnya bagus, sedangkan untuk proyek yang pekerjaannya dinilai lamban akan ditinjau ulang, paling tidak peruntukannya akan lebih ketat," ungkap Dani M Nursalam, Wakil Ketua DPRD Inhil, Selasa (31/1).
Hal ini disampaikan Dani ketika ditanyakan apakah sudah paripurna peruntukan dana 3 proyek multi years Pemkab Inhil, yang diketahui diusulkan sebanyak Rp 110 miliar pada tahun 2012 ini.
Sepertipernah diberitakan, pertengahan bulan Januari 2012, diinformasikan bahwa Pemkab Inhil mengusulkan dana sekitar Rp 110 miliar untuk melanjutkan pembangunan High Way, Islamic Center dan Gedung Unisi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2012.
"Saat ini Komisi-komisi DPRD tengah membahas KUA-PPAS APBD Inhil 2012 bersama Pemkab Inhil, termasuk membahas mungkin atau tidaknya anggaran sekitar Rp 110 miliar dari APBD untuk melanjutkan pekerjaan jalan dari Bandara ke Mandah, pembangunan gedung UNISI dan Islamic Center. Namun sebagian besar anggota berpandangan 3 proyek tersebut tidak sama progresnya, sehingga tidak perlu sama peruntukan dananya pada tahun ini," kata Dani M Nursalam.
Apa yang disampaikan Dani seiring dengan apa yang disampaikan Ketua Komisi III DPRD, Edy Gunawan sebelumnya, dimana Edy menyatakan bahwa pekerjaan fisik Pemkab Inhil yang sebagian besar ada di Dinas PU dinilai terlalu banyak yang tidak tuntas, bahkan laporannya saja sampai saat ini belum diterima pihaknya, sehingga untuk melakukan penambahan anggaran pada tahun 2012 ini diperlukan penseleksian yang cukup ketat.
Dan menurut penjelasan Dani lebih jauh, karena pekerjaan 3 proyek tahun jamak tersebut sudah memasuki tahun ketiga, memang sudah menjadi kewajiban untuk melanjutkannya, namun yang jadi pembahasan adalah mungkin atau tidaknya anggaran sebanyak itu kita gelontorkan pada tahun 2012 ini.
"Soal melanjutkan pekerjaan pembangunan High Why, gedung Unisi dan Islamic Center jelas menjadi kewajiban kita sampai akhir periode ini yakni tahun 2013 mendatang, karena sudah terkunci dengan Peraturan Daerah yang sudah kita putuskan bersma, namun jumlah dana yang diperuntukan setiap tahunlah yang menjadi pembahasan kita di DPRD, karena tidak bias dipungkiri juga masih banyak pekerjaan kemasyarakatan lain yang butuh dana," jelasnya.
Dari informasi sementara yang diperolah, perkiraan jumlah belanja Inhil dalam APBD tahun 2012 ini hanya sekitar Rp 400 miliar. Jadi jika anggaran Rp 110 miliar sudah tersedot 3 proyek multi, jelas untuk anggaran satuan kerja lain akan semakin mepet selama tahun 2012, termasuk untuk anggaran memperbaiki lahan perkebunan dan sarana pendidikan yang kondisinya semakin kritis.(fad)