Atasi Masalah Kebersihan
Puri Husada Jalin Kerjasama dengan Pihak Ketiga
Jumat, 27/01/2012 - 15:18:30 WIB
 |
|
| dr Irianto |
TEMBILAHAN – Managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan melakukan kerja sama dengan pihak ke III terkait masalah kebersihan di lingkungan sarana pelayanan publik guna meningkatkan kualitas pelayan prima kepada masyarakat terutama pasien dan keluarga pasien yang menjalani rawat inap atapun yang bukan
Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan dr Iryanto menyatakan kerja sama pihaknya tersebut baru di mulai awal bulan Januari 2012 kemarin dengan sistem kontrak per 3 bulan. Dimana sistem ini menurut Iryanto, lebih mudah dalam melakukan kontrol.
"Kerjasama kotrak per 3 bulan, jika kinerja mereka kurang bagus ke depan kita boleh tidak melanjutkan kontrak kerja sama lagi," ungkap Iryanto, Jumat (27/1).
Dikatakanya, untuk merawat RSUD memang harus diperlukan pihak ke III, mengingat pentingnya arti kebersiahan apalagi RS merupakan pusat pelayana publik yang menyangkut masalah kesehatan. Maksud dan tujuan lain katanya, kerjasama ini adalah untuk peningkatan pelayannan sehingga berdampak kepada kualitas RSUD.
"Banyak hal yang kita dapat dalam kerja sama itu, antara lain untuk mencapai tingkat kenyamanan lingkungan kerja RSUD. Sehingga seluruh kegiatan pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan harapan bersama," sebutnya.
Adapun pola kerja yang diterapkan oleh pihak ke III yakni sistem kerja aplusan, dimana dari 20 tenaga kebersiahan masuk secara serentak pada pukul 06.00 WIB dan siang harinya pada pukul 11.00 WIB 10 orang tenaga kebersihan istirahat dan masuk kembali pada pukul 17.00 WIB mengantikan 10 orang yang tidak melakukan istirahat siang. Dan akhir jam kerja 10 orang tersebut yaitu pada pukul 23.00 WIB. Selanjutya masuk kembali esok harinya secaara kesinambungan.
Agung salah seoarang keluarga pasien, saat diminta tanggapanya mengenai kebersihan RUSD menyebutkan secara umum memang sudah bisa dikatakan bersih. Namun masih ada beberapa kelemahan yang mesti harus menjadi perhatian manageman rumah sakit secara total, yakni mengenai kloset dan pintu-pintu kamar madi yang mengalami kerusakan cukup serius.
"Kita tidak juga bisa mengatakan yang baik itu buruk dan yang buruk itu baik. Tetapi inilah fakta. Fasiltas kamar mandi RS menurut saya sudah mengalami kerusakan hampir 80 persen dan perlu adanya perbaikan," katanya. (fad)