Sempena Imlek 2563
PSMTI Minta Cap Go Meh Dirayakan Sederhana
Jumat, 27/01/2012 - 15:13:35 WIB
 |
|
| imlek |
TEMBILAHAN – Tahun baru Imlek bagi warga Indronesia keturunan Tionghoa merupakan suatu hari besar yang selalu diperingati dengan berbagai macam ritual seni dan keagamaan, termasuk apa yang mereka sebut dengan Cap Go Meh sebagai perayaan penutupan hari Imlek.
Persatuan Sosial Marga Tionghoa Indragiri Hilir (PSMTI) dalam hal ini meminta kepada semua yang merayakan Imlek dan Cap Go Meh agar melakukan dengan prosesi sederhana saja mengingat banyak kondisi masyarakat yang dinilai dalam keadaan susah.
"Kami meminta kepada umat untuk merayakan imlek dan hari petupannya (Cap Go Meh-red) dirayakan dengan sederhana saja, mengingat masih banyak saudara kita yang sealu dirundung musibah di berbagai tempat di Indonesia," ujar Alek Chandra, Ketua PSMTI Inhil, Jum'at (27/1).
Bagi masyarakat Tionghoa Inhil, perayaan Imlek terlihat dimulai sejak pecan lalu yang lalu, dimana pada hari itu semua warga Tionghoa memadati Vihara Budi Bhakti (Xin Nian Nian Kuai Li) Parit 10 Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu untuk menggelar ritual sembahyang.
Dalam kesempatan ini juga digelar pertunjukan Barongsai yang dimainkan
para remaja Tionghoa. Aksi ini menarik perhatian mereka yang datang
dan berebut memberikan angpao kepada Barongsai yang dilanjutkan dengan pesta kembang api pada malamnya.
Menurut Alex, perayaan Imlek dengan silaturrahmi ini akan dianjutkan dengan perayaan Cap Go Meh. Dimana pada tahun sebelumnya selalu berlangsung dengan meriah, terutama di berbagai daerah pesisir pantai yang banyak ditempati warga Tionghoa.(fad)