Selama Musim Gelombang Tinggi
Banyak Nelayan di Inhil Alih Profesi
Jumat, 27/01/2012 - 15:10:35 WIB
 |
|
| perahu nelayan |
TEMBILAHAN – Pada musim angin utara seperti akhir dan awal tahun ini, banyak para nelayan yang takut melaut karena sering terjadi gelombang tinggi. Untuk sementara banyak diantara mereka yang melakukan pekerjaan lain guna memenuhi kebutuhan.
Hal ini dikatakan Suwardi, seorang nelayan Concong, Jum'at (27/1). Diakuinya, sejak satu bulan terakhir nelayan berhenti ke laut karena gelombang tinggi. Dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para nelayan alih profesi seperti jadi buruh kebun atau bangunan.
"Sejak sebulan terakhir ini, gelombang mencapai 2sampai 4 meter, itu bahaya bagi nelayan dengan kapal kecil, jadi buruh kebun aja dulu," cerita Suwardi
Hal senada juga dikatakan Joni, seorang nelayan di Gaung, mereka bersama nelayan lainnya tidak berani melaut karena gelombang tinggi dan untuk sementara mereka bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya.
"Kerja serabutan aja pak, yang penting keluarga bisa makan," ujar Jon.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Inhil, HM Thaher mengintruksikan kepada pengguna jasa laut termasuk para nelayan agar lebih berhati-hati dan waspada mengingat datangnya musim utara yang membuat gelombang semakin tinggi.
"Bagi setiap kapal yang mengangkut para penumpang baik yang jurusan ke Batam maupun lainnya, jangan lupa untuk melengkapi pelampung guna menghindari kejadian yang tidak kita inginkan, begitu juga dengan kapal barang, diminta untuk lebih hari-hati," pintanya.(fad)