Diduga Jadi Tempat Mesum
FPI Minta Warnet di Tembilahan Diawasi
Rabu, 25/01/2012 - 19:52:10 WIB
 |
|
| warnet |
TEMBILAHAN - Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Indragiri Hilir meminta Pemerintah Kabupaten Inhil melakukan pengawasan terhadap sejumlah warung internet (Warnet) di kota Tembilahan.
FPI menduga keberadaan warnet di kota Tembilahan telah menjadi ajang mesum. FPI juga telah menyurati Pemkab Inhil, dalam hal ini Bupati Inhil agar dapat menyikapi permasalahan ini dan melakukan pengawasan terhadap fenomena yang dapat moral generasi muda ini.
"FPI Inhil juga menyampaikan sikap kepada Pemkab Inhil agar menyikapi serius beberapa permasalahan yang menjadi kepentingan publik di Inhil," ungkap Ketua Tanfiz DPW FPI Inhil, Asmadi Dubli didampingi Ketua Dewan Syuro, HM Ali Azhar kepada wartawan, Rabu (25/1).
FPI meminta Pemkab Inhil dapat melakukan pengawasan dan menegur para pemilik atau pengelola yang membiarkan praktek maksiat ini terus berlangsung.
"Kita juga meminta Pemkab Inhil memfungsikan keberadaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri dan angkutan barang di Parit 8 Tembilahan Hulu yang sampai saat ini tidak difungsikan, karena selama ini keberadaan mobil penumpang dan barang yang beraktifitas di sembarang tempat di dalam kota berpotensi mengganggu para pengguna jalan lainnya," sebut Asmadi.
Pemkab Inhil juga diharapkan dapat menata para pedagang agar lebih tertib dan teratur, sehingga tidak memanfaatkan fasilitas pedestrian (buat pejalan kaki) sebagai lokasi berjualan. Selain mengganggu juga membahayakan pengguna jalan.
"Kita minta juga Pemkab Inhil dapat membuat Perda tentang pengaturan waktu membunyikan kaset bagi penangkaran sarang walet, yakni dimatikan sejak pukul 17.45 WIB menjelang Maghrib sampai pagi. Karena kalau dibunyikan saat itu mengganggu warga yang akan beristirahat dan beribadah.
Alangkah lebih baiknya, kalau para penangkar walet dapat menghentikan membunyikan kaset bunyi walet saat memasuki waktu shalat lima waktu.
"Itulah diantara beberapa point yang perlu disampaikan DPW FPI Inhil kepada Pemkab Inhil, agar dapat disikapi secara arif dan bagi kepentingan warga," tandas Asmadi.(fad)