Jumlah Titik Api di Inhil Meningkat
Jumat, 20/01/2012 - 08:13:57 WIB
 |
|
| titik_api |
TEMBILAHAN - Hingga saat ini, jumlah titik api yang ditemukan di beberapa Kecamatan di Kabupaten Inhil terus meningkat hingga mencapai 9 titik api. Meski peningkatan tersebut tidak signifikan bila dibandingkan dari pantauan Satelit NOAA 18 pada hari Minggu (15/1) lalu yang hanya ditemukan 7 titik api.
Kepala BLH, T Eddy Efrizal saat dikonfirmasi menjelaskan untuk 9 titik api tersebut terdapat di Kecamatan Kateman sebanyak 1 titik api yang tepatnya di Desa Simpang Kateman, kemudian di Kecamatan Tempuling ada 2 titik api yang terdapat di Desa Sungai salak dan Desa Mumpa.
Titik api lainnya ditemukan di Kecamatan Gaung sebanyak 3 titik yang terjadi di Desa Simpang Gaung dan Desa Jerambang. Kemudian di Kecamatan Batang Tuaka dan Kecamatan Tembilahan serta Kecamatan Kuindra masing-masing terdapat 1 titik api, yang terpantau di Desa Kuala Sebatu, Desa Teluk Dalam dan Desa Pulau Palas.
Terkait permasalahan tersebut, ia mengaku pihaknya melalui tim yang telah dibentuk sudah turun kelapangan dan bekerja sama dengan beberapa perusahaan, serta dibantu oleh masyarakat setempat untuk melakukan pemadaman di tempat titik api tersebut terjadi.
"Untuk mengatasi meluasnya kebakaran hutan ini, kita sudah membentuk tim pemantau dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan, serta masyarakat yang ada di daerah tersebut untuk turun kelapangan melakukan pemadaman hutan yang terbakar," tutur Eddy Efrizal.
Selain itu, lanjut Eddy Efrizal, tujuan pihaknya turun kelapangan adalah untuk melakukan kroscek apakah adanya titik api disebabkan oleh unsur kesengajaan atau tidak. Namun, jika memang ditemukan adanya unsur kesengajaan, apalagi dilakukan oleh perusahaan tentu pihaknya akan memberikan sanksi tegas.
"Kita juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, baik itu untuk membuka lahan baru atau membersihkan lahannya dengan cara dibakar, karena dampak yang akan ditimbulkan nantinya sangat besar," imbuhnya.
Sementara itu, sejumlah warga menilai Pemkab Inhil melalui pihak terkait lamban dalam menangani dan mengantisipasi meningkatnya jumlah titik api tersebut, karena sejak dua minggu terakhir titik api yang ditemukan terus mengalami peningkatan.
"Kita berharap Pemkab bertindak tegas dalam menangani terjadinya peningkatan jumlah titik api di Kabupaten Inhil. Jika memang ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam masalah ini, harus ada semacam sangsi yang diberikan oleh Pemkab terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab dengan kejadian tersebut," pungkas Arman, warga Kecamatan Gaung.(fad)