Kabut Asap Kembali Selimuti Kota Tembilahan
Selasa, 17/01/2012 - 14:38:33 WIB
TEMBILAHAN - Kabut asap cukup tebal kembali menyelimuti Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya Kota Tembilahan, sejak Senin (16/1) pagi. Ketebalan kabut asap tersebut sangat mengganggu warga yang sedang beraktifitas di pagi hari, karena membuat jarak pandang warga terbatas.
Pantauan, sekitar pukul 07.00 WIB terlihat kabut asap yang cukup tebal di sepanjang jalan yang ada di Kota Tembilahan, dengan jarak pandang diperkirakan 10 hingga 20 meter. Namun kondisi tersebut tidak mengganggu aktifitas penyeberangan warga melalui jalur sungai. Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB kabut asap tersebut berangsur menipis dan akhirnya hilang menjelang siang.
Anto, mahasiswa Universitas Islam Indragiri Tembilahan saat ditemui mengatakan bahwa ketebalan kabut asap tersebut sangat mengganggu pandangan terutama pada di pagi hari, karena jarak pandang yang diakibatkannya sangat terbatas, paling-paling sekitar 10 meter saja.
"Meski kabut asap ini cukup tebal dan mengganggu penglihatan, tetapi saya tetap melakukan aktifitas, karena saat ini saya sedang melakukan Praktek Pengalaman Lapangan di sebuah sekolah di Kota Tembilahan," tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil, dari pantauan Satelit NOAA 18 pada hari Minggu (15/1) di Inhil ditemukan 7 titik api yang tersebar dibeberapa kecamatan, yaitu Desa Simpang Kateman, Pelangiran dan Tanjung Simpang Kecamatan Kateman sebanyak tiga titik.
Ditambah satu titik di Desa Kuala Sebatu Kecamatan Batang Tuaka, kemudian satu titik di Desa Simpang Tiga Kecamatan Enok dan dua titik di Desa Kuala Lemang Kecamatan Keritang.
Untuk itu, Kepala BLH, T Eddy Efrizal menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena akan berdampak pada terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta dapat menyebabkan terjadinya kabut asap di Kabupaten Inhil.
"Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan ini, kita telah berkoordinasi dengan para camat setempat untuk melakukan berbagai upaya yang diperlukan, salah satunya dengan memberi imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, karena akan menyebabkan munculnya kabut asap yang dapat mengancam kesehatan masyarakat," imbuhnya.(fad)