APBD Inhil Capai Rp 1,5 Teriliun
Pelabuhan Desa Sencalang Rp 8 Juta Terbengkalai
Jumat, 08/11/2013 - 03:08:15 WIB
KERITANG - Perekonomian masyarakat di Desa Sencalang Kecamatan Keritang-Inhil terancam lumpuh, pasalnya pelabuhan utama penopang perekonomian masyarakat desa dilokasi RT 002 Sencalang di bangun tahun 1998 itu sudah roboh sejak 2 tahun terakhir.
Untuk melabuhkan kapal angkutan barang, angkutan orang serta perahu nelayan maka masyarakat membangun jerambah darurat dengan anggaran Rp 8 juta.
Padahal, masyarakat mengetahui kalu APBD Inhil mencapai Rp 1,5 terliuan separoh dari anggaran tersebut untuk pembangunan dengan demikian masyarakat sudah kerap mengusulkan pembangunanya baik secara lisan maupun melalui proposal kepada pemerintah Kabupaten Inhil melalui kepala kepala desa namun tidak di tanggapi, akhirnya masyarakat melakukan rapat desa akhirnya disepakati iyuran untuk membangun jerambah dengan anggar Rp 8 juta
Hal itu terungkap saat pertemuan Caleg Hanura Dapil 6 Zulpen Zuhri,SE bersama warga Desa Sencalang Selasa (5/11) sambil melihat jerambah yang sudah roboh di bangun tahun 1998 silam. Kekecewaan warga sangat terlihat, bahkan ada warga yang mengungkapkan soal anggaran penimbunan pelabuhan dibagian pangkal adalah sumbangan ketua RT setempat.
"Saat ini kami sudah menggelar rapat desa dalam mencarikan solusi untuk membangun pelabuhan desa yang bersifat darurat, kami kecewa juga sebab APBD Inhil capai satu terliun lima ratus milyar tidak mampu bangun pelabuhan desaa kami," jelas Samsul.
Pelabuhan RT 02 tersebut, sejak di bangun sudah di gunakan sebagai tempat landas pompong dan kapal pedagang keliling serta di jadikan sebagai lokasi pelabuhan perahu nelayan di sungai tersebut. "Puas kami mengusulkan tapi tidak pernah di anggarkan oleh pemerintah," ujar Syamsul.
Ditempat yang sama, Ketua RT 02 Amat, didampingi sejumlah ketua lainya berharap kalau taahun 2013 ini pelabuhan tersebut di bangun permanen agar bisa di manfaatkan oleh masyarakat yang punya pompong, kapal serta perahu nelayan. "Desa Sencalang ini adalah desa tertua, 60 persen masyarakat pinggir sungai ini adaalah nelayan sehingga sangat membutuhkan pelabuhan ini, jelas Amat.
Selain itu katanya, jalan dari pelabuhan menuju pasar Sencalang juga tidak layak dilalui, semula jalan tersebut di bangun denga aspal semenisasi namun sudah rusak berat dan sebagian badan jalan juga sudah di timbun dengan pasir berbatu aga tidak berlumpur saat di guyur hujan. "Desa kami ini tidak terperhatikan dan kami sangat kecewa dengan sistim pembangunan Inspratruktur di Inhil ini," tandasnya.
Dalam pada itu, Caleg Hanura, Zulpen Zuhri yang menghadiri undangan warga menyampaikan, kalau dirinya juga kecewa melihat pembangunan di Desa Sencalang, dirinya yang mengaku dilahirkan tahun 1987 di Desa Sencalang ini berharap agar pelabuhan jerambah RT 02 di bangun dengan anggaran tanggap darurat. "Jika jembatan ini tidak dibangun swadaya maka ekonomi masyarakat Sencalang bisa lumpuh, Pemkab Inhil harus mengucurkan anggaran tanggap darurat di Dinas PU," tuturnya.
(fad)