Kebun Semakin Kritis
Ketinggian Air Pasang Semakin Bertambah
Sabtu, 12/10/2013 - 02:55:44 WIB
TEMBILAHAN - Ketinggian permukaan air sungai saat ini sangat jauh meningkat dibandingkan sebelumnya. Selain menggenangi Kota Tembilahan. Air juga menerjang tanggul perkebunan kelapa masyarakat.
Hampir seluruh perkebunan masyarakat Inhil sering digenangi air. Sejak dari pesisir, hingga ke daerah hulu seperti Tempuling, Kempas turut tergenang ketika air pasang.
Namun demikian belum ada laporan perihal kerugian akibat genangan air ini. Setiap akhir tahun, permukaan air memang tinggi. Namun, ketinggian permukaan air pada tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Air yang menggenangi perkebunan kelapa, meskipun tidak begitu lama sudah menimbulkan kerugian lain. Pohon pisang yang biasanya ditanam warga di sela batang kelapa, banyak yang ambruk. Itu karena struktur tanah menjadi lembek ketika air tergenang.
Oleh sebab itu, dalam hitungan satu hingga dua bulan kedepan diperkirakan produktivitas pisang di Inhil bakal jauh menurun.
Untuk perkebunan kelapa, apabila genangan air itu hanya berlangsung beberapa saat saja. Tidak akan membuat pohon tersebut berkurang kesuburannya. Namun apabila berlangsung dalam waktu yang lama. Buah yang masih menempel bakal rontok dan berjatuhan. Secara perlahan, pohon kelapa ini akan menguning dan tidak produktif lagi.
Untuk berproduksi kembali, diperlukan waktu bertahun-tahun. Dengan catatan, genangan air tidak boleh lagi merendam pohon kelapa dimaksud. Hal itulah yang senantiasa dihindari oleh petani.
"Luar biasa tingginya permukaan air sekarang di kebun saya," ucap Man (35), salah seorang petani Kempas, Jumat (11/10).
Berkaitan dengan makin tingginya permukaan air ini, diperkirakan pula bakal meningkatkan jumlah kebun yang kritis di Inhil.
Oleh sebab itu, instansi bersangkutan didesak untuk melaksanakan upaya meminimalisir genangan air itu. Kanal yang dangkal diminta untuk dikeruk. Begitu juga dengan pembangunan tanggul, didesak pula untuk terus dilaksanakan. (fad)