Wabup Inhil Buka Rakor Forum Pembauran Kebangsaan
Jumat, 11/10/2013 - 07:20:31 WIB
TEMBILAHAN - Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo, Selasa (8/10) membuka Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).
Rakor ini ditaja Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan (Kesbangspol) Provinsi Riau bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Inhil yang digelar di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan bertemakan 'Dengan semangat pembauran kita tingkatkan persatuan dan kesatuan keberagaman ras, suku dan etnis di Provinsi Riau'.
Wabup Inhil, H Rosman Malomo menyampaikan, pembauran kebangsaan adalah proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku, etnis, melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan indonesia tanpa harus menghilanngkan identitas ras, suku, dan etnis masing-masing dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Keberhasilan mencapai sasaran sangat memerlukan dukungan dari berbagai pihak terkait, yang dilakukan dengan semangat kebersamaan dan kesatuan, dengan didasari atas rasa saling peduli terhadap sesama, terutama pemerintah dan masyarakat," kata Rosman.
Terangnya, Pemkab Inhil terus berupaya menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, guna menjaga stabilitas kehidupan sosial kemasyarakatan yang lebih kondusif. Karena, hal ini menjadi salah satu variabel dalam mencapai tujuan pembangunan, yang menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakat secara keseluruhan.
"Keberadaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) ini, merupakan salah satu wadah yang dibentuk pemerintah sebagai respon dan wujud penghargaan terhadap kemajemukan masyarakat Inhil, yang terdiri dari berbagai suku, ras dan golongan," sebutnya.
Upaya ini dapat memberikan alternatif dan sumbangsih pemikiran, bagi upaya kita bersama guna menyelesaikan berbagai masalah yang berhubungan dengan ras, suku dan golongan yang terdapat di masyarakat.
Kepala Badan Kesbangpolinmas Provinsi Riau, Rizka Utama Nasution menyebutkan, FPK bertujuan untuk meminimalisir terjadinya konflik, yang bisa menyebabkan terjadinya perpecahan di tengah-tengah masyarakat.
"Keberadaan FPK juga diharapkan menjadi wadah berkomunikasi dan saling tukar informasi antar seluruh masyarakat, untuk selanjutnya diarahkan kepada pemantapan persatuan dan kesatuan, dalam upaya mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," sebut Rizka.
Rakor ini diikuti 45 peserta, terdiri dari para pengurus FPK Kabupaten Inhil, sejumlah organisasi masyarakat, pemuda dan Perguruan Tinggi di Kabupaten Inhil. Menghadirkan narasumber dari Badan Kesbangpolinmas Riau dan Perwakilan FPK Provinsi Riau. (adv/humas)