Cegah Abrasi
Warga Desa Minta Dibangunkan Turap
Senin, 16/01/2012 - 08:19:29 WIB
 |
|
| ilustrasi |
TEMBILAHAN - Dalam rangka mencegah terjadinya abrasi di desa, warga meminta Pemkab Inhil untuk membangun turap, sebab kalau hal itu tidak dilakukan dikawatirkan ratusan rumah yang berlokasi disepanjang sungai akan runtuh dan dihanyutkan oleh gerusan arus sungai yang cukup deras seperti yang sering terjadi.
Seperti disampaikan salah satu masyarakat desa di Enok, Rus. Dijelaskannya, pembangunan turap tersebut sangat mendesak keberadaannya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Karena kalau sampai terjadi musibah tanah longsor sepertri yang baru lalu, kerugian yang menimpa akan semakin besar, terutama dampak sosial nantinya menimpa masyarakat setempat. Serta anggaran yang dibutuhkan oleh Pemda Inhil untuk merelokasi kerugian yang ditimblakan jauh akan lebih besar.
"Pemkab Inhil mesti segera memikirkan pembangunan turap untuk menahan abrasi. Selama ini, akibat abrasi daratan disepanjang sungai terus runtuh dan dibawa arus sungai," katanya.
Ditambahkan, jalan jerambah yang ada sekarang pada awalnya adalah teras dan halaman rumah warga. Tapi akibat abrasi yang berlangsung sekian tahun masyarakat terpaksa memundurkan rumah mereka lebih kebelakang, supaya nantinya tidak runtuh akibat terjangan abrasi yang terjadi. Pemindahan itu saja sudah membutuhkan dana yang tidak sedikit, apalagi kalau sampai runtuh dan dihanyutkan oleh air sungai.
"Jalan pelantar yang ada sekarang, beberapa tahun lalu semunya itu masih bersatu dengan rumah utama warga. Tapi lihat saja sekarang, itu menjadi jalan pelantar akibat abrasi yang menimpa. Jalan pelantar ini juga dikawatirkan akan ambruk karena terjangan arus makin kuat, dan tidak ada turap penahannya," jelasnya.
Lebih dari itu, masyarakat yang berdomisili disepanjang sungai sering meras tidak tenang dalam melakukan aktivitas takut kalau terjadi tanah longsor. Apalagi bagi mereka yang bepergian sering merasa takut untuk meninggalkan rumah mereka jangan-jangan pada saat kembali rumah sudah hanyut dibawa arus.
"Terkadang ada juga perasaan khawatir dikala meninggalkan rumah, takut saat kembali rumah dan harta benda sudah lengap disapu derasnya air sungai," pungkasnya.
Untuk itu kembali ditegaskannya, dalam rangka menenangkan masyarakat dan mencegah musibah yang tidak diinginkan, Pemkab Inhil diminta untuk segera memikirkan pembangunan turap tersebut. Supaya masyarakat bisa tenang dan Pemkab Inhil tidak harus mengeluarkan biaya yan glebih besar kalau seandainya musibah tanah longsor sampai terjadi.(fad)