Inhil Tetap Perjuangkan Kelanjutan Kawasan Ekonomi Khusus
Senin, 16/09/2013 - 02:40:45 WIB
TEMBILAHAN - Pembangunan sarana dan prasarana Kawasan Ekonomi Khusus Provinsi Riau Kuala Enok terus akan diperjuangkan percepatannya, karena beberapa pekerjaan awal seperti prencanaan design serta pembebasan lahan di sekitar lokasi Pelabuhan Samudra guna membangun semua fasilitas penunjang yang dibutuhkan untuk itu sudah dijalankan.
"Yang menjadi kewenangan dan tugas. kita terus menggesa pembangunan kawasan Kuala Enok yang sudah diresmikan sebagai salah satu cluster ekonomi di Provinsi Riau seperti pembebasan lahan di sepanjang kawasan Pelabuhan Samudra, guna membangun fasilitas penunjangnya seperti kawasan pergudangan dan lain sebagainya yang pendanaan pembangunannya ditanggung Pemerintah Pusat, walau agak berat, namun hal ini tetap jalan," jelas Bupati Inhil, DR Indra M Adnan.
Menurutnya, upaya yang terus menerus dilakukan tersebut adalah selalu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, agar apa yang direncakan tersebut bisa terlaksana dengan lebih cepat, sehingga secara tidak langsung kabupaten Inhil akan mendapatkan keuntungan sebagai salah satu pusat perdagangan dan ekonomi.
Pelabuhan Samudra Kuala Enok yang dibangun secara bertahap oleh Pemerintah Provinsi Riau itu saat ini memang tengah dalam proses penyelesaian dan terus dipantau perkembangannnya oleh PT Pelindo I sebagai pihak yang terkait langsung untuk pengoperasiannya sebagai pelabuhan ekspor, khusunya Crut Palm Oil (CPO) dari daerah ini dan kabupaten tetangga seperti Indragiri Hulu, Kuantan Singingi serta Kabupaten Pelelawan yang selama ini berkiblat ke Dumai.
"Membangun, apalagi dengan model seperti pelabuhan cluster sawit, bukanlah pekerjaan yang bias dikerjakan dengan tergesa-gesa, sebagian kita kan sering berharap, ketika mulai dicetruskan ketika itu pula dipikirkan akan cepat jadi, jelas saja tidak mungkin, apalagi proyek seperti ini sangat besar dan biayanya ditanggung pusat semua, sehingga berat, karena bukan itu saja yang jadi perhatiannya," terang Indra. (fad)