Jalan Alternatif di Parit 6 Harus Jadi Prioritas
Jumat, 13/01/2012 - 08:02:55 WIB
TEMBILAHAN - SKPD terkait diminta untuk memprioritaskan membuat jalan alternatif di kawasan Parit 6 Kelurahan Tembilahan Hulu, sebagai langkah antisipasi kalau jalan yang ada sekarang longsor. Sebab kondisi ruas tersebut saat ini sudah sangat mengkawatirkan dan langsung berbatasan dengan sungai Indragiri, jadi sangat rentan akan terjadi musibah tanah lonsor yang bisa memutuskan akses jalan dan bisa mengisolasi kota Tembilahan
Ungkapan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III yang membidangi masalah pembangunan Ir Junaidi kepada Rakyat Riau, Kamis, (12/1) dikantor DPRD. Dikatakannya, kondisi ruas jalan tersebut saat ini sudah miring mengarah ke sungai. Ditambah lagi saat pasang tinggi, ruas jalan tersebut tergenang air cukup tinggi. Sehingga tidaks edikit kenderaan roda dua yang mati mendadak, ketika melintas di ruas jalan tersebut.
Masih menurutnya, apalagi dikawasan tersebut banyak aktivitas perbaikan kapal yang dilakukan oleh warga. Kondisi itu tentunya makin menambah beban tanah, disamping memang terjadinya abrasi yang terus menggerus bibir pantai.
"Pemkab diminta harus memprioritaskan pembangunan akses jalan alternatif dalam rangka antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab jalan tersebut adalah jalan satu-satunya yang menghubungkan kota Tembilahan dengan daerah luar. Jangan sampai nantinya kalau sudah terkena musibah tanah longsor baru kita memikirkan pembangunan," katanya.
Masih menurutnya, kalau memang sampai longsor tentunya akan menghambat arus orang dan barang nantinya. Apalagi itu juga berimbas pada aktivitas pendidikan, sebab disana tersebut berdiri Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Auliaurrasyidin dan juga Politeknik Pertanian. "kalau sampai longsor aktivitas pendidikan juga sangat terganggu, itu tentunya sangat merugikan kita," katanya.
Diakui oleh Junaidi, persoalan jalan alternatif ini sebenarnya sudah terlalu sering disuarakan oleh dewan dalam berbagai kesempatan. Hanya saja memang, hingga sekarang tindaklanjutnya tidak pernah terealisasi. Padahal, dalam pandangan dewan permasalahan itu sudah sepantasnya menjadi prioritas yang harus dibuat.
Masih menurutnya, Persoalan minimnya anggaran tidak bisa dijadikan alasan lantasnya tidak mengupayakan pembangunan jalan alternatif yang dimaksud. Sebab, selama ini kita mampu untuk membangun berbagai proyek yang menelan dana sangat besar dan nyatanya itu bisa terwujud.(fad)