Intrusi Air Laut, Infrastruktur Desa Kian Memprihatinkan
Rabu, 11/01/2012 - 19:23:19 WIB
TEMBILAHAN - Pembangunan infrastruktur di pedesaan masih menjadi sorotan banyak pihak, terutama bagi warga yang berdomisili di desa-desa dan kecamatan-kecamatan. Mereka masih melihat adanya ketimpangan pembangunan yang terfokus di ibu kota. Karena sejauh ini, minimnya pembangunan di tingkat pedesaan membuat sarana infrastruktur yang ada sangat tidak memadai. Apalagi dengan tingginya intrusi air laut belakangan ini mengakibatkan infrastruktur desa murah hancur.
Salah satunya adalah seperti yang diungkapkan Arman seorang pemuda masyarakat Kecamatan Gaung, Rabu (11/1). Dikatakannnya ketimpangan pembangunan antara desa dengan kota terutama kota Tembilahan sangat terasa, seperti pembangunan jalan antar desa dan jalan jerambah.
"Ketimbangan pembangunan di desa dan dikota masih sangat kental, dan desa makin merana dengan sewmakin tingginya intrusi air laut yang melanda infrastruktur yang ada, khusunya jalan," katanya.
Selain itu, di Desa Concong Luar jalan jerambahnya setakat ini juga sangat memprihatinkan. Padahal diketahui jalan jerambah merupakan akses jalan utama sebagai sarana penghubung, karena memang kawasan tersebut terletak didataran rendah dan berhadapan langsung dengan laut bebas.
Pantauan di lapangan, terlihat kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, dimana-mana terdapat papan yang sudah lapuk dan hancur. Selain itu tiang penyangga jerambah juga sudah banyak kondisi sudah kurang layak hingga dikawatirkan tidak akan mampu untuk menahan beban yang ada diatasnya. Kondisi tersebut menjadikan warga yang melintas diatas jerambah untuk selalu waspada, kalau tidak ingin sesuatu menimpa dirinya.
"Kita sudah sering meminta kepada Pemkab agar ruas jalan antar desa dalam kecamatan dapat ditingkatkan, karena memang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, dimana hampir seluruh ruas jalan yang ada dalam kondisi rusak berat," kata Arman.
Sementara itu, Mahyuni salah seorang warga setempat mengungkapkan, ruas jalan jerambah di desanya memang harus mendapat perhatian dari Pemkab Inhil karena memang kondisi yang sudah sangat memprihatinkan. Padahal seluruh kawasan daerah Concong Luar ini dihubungkan melalui jalan jerambah. Makanya kalau keberadaan jalan jerambah itu lambat diperbaiki dan sampai ambruk sudah barang tentu akan memutus sarana penghubung antara warga.
"Sebagian besar daerah ini adalah daerah pesisir dengan mengandalkan jerambah sebagai sarana penghubung, kalau sampai jerambah ada yang ambruk bias memutus jalur transportasi antara sesama warga," terangnya.(fad)